Kapolsek Tanjung Priok Sambangi SMK Yanindo: Masa Depan Jangan Dikorbankan demi Narkoba dan Tawuran

Kapolsek Tanjung Priok Sambangi SMK Yanindo: Masa Depan Jangan Dikorbankan demi Narkoba dan Tawuran

JAKARTA UTARA – Masa muda seharusnya menjadi waktu untuk mengejar cita-cita, bukan menghabiskan kesempatan karena narkoba atau tawuran. Pesan itulah yang dibawa Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono, S.H., saat menyambangi SMK Yanindo di Jalan RE Martadinata No. 4, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/10/2026).

Di hadapan 93 siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan di aula sekolah, Sigit mengajak para pelajar untuk lebih menghargai diri sendiri, serius menuntut ilmu, dan tidak mudah terseret pergaulan negatif.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB itu turut dihadiri Wakapolsek Tanjung Priok AKP Hariyanto, S.H., M.H., Kanit Intelkam IPTU Joko Wiyono, S.H., Kanit Binmas IPTU Karim Widianto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Priok BRIPKA Supriyadi, serta Kepala SMK Yanindo Dra. Ginarti Kusumadewi bersama para guru.

Suasananya bukan sekadar kunjungan aparat ke sekolah. Kapolsek memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan bahwa masa depan yang baik tidak datang begitu saja, tetapi perlu dipersiapkan melalui pendidikan, disiplin, dan pilihan pergaulan yang tepat.

Tawuran bukan prestasi, narkoba bukan jalan pintas

Sigit mengingatkan para siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan tidak terlibat tawuran. Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.

“Adik-adik adalah generasi penerus yang masih memiliki masa depan panjang. Sayangi dan cintailah diri kalian sendiri. Harta yang paling berharga adalah nyawa. Jangan sampai masa depan yang masih terbuka luas rusak karena narkoba atau tawuran,” pesannya.

Pesan tersebut terasa sederhana, tetapi penting bagi pelajar yang sedang berada dalam masa pencarian jati diri. Sebab, keberanian tidak harus dibuktikan dengan ikut berkelahi, apalagi mempertaruhkan keselamatan hanya demi pengakuan teman sebaya.

Begitu pula dengan narkoba. Sesuatu yang awalnya dianggap sekadar coba-coba bisa berujung pada persoalan serius yang mengganggu kesehatan, pendidikan, dan masa depan.

Dalam konteks ini, pelajar perlu memahami bahwa menolak ajakan negatif bukan berarti takut atau tidak punya keberanian. Justru dibutuhkan ketegasan untuk mengatakan tidak ketika lingkungan pergaulan mulai mengarah pada hal-hal yang merugikan.

Belajar sungguh-sungguh, bukan sekadar menggugurkan kewajiban

Selain mengingatkan bahaya narkoba dan tawuran, Sigit menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal meraih kesuksesan.

Ia mengajak siswa menggunakan waktu muda untuk kegiatan positif, menghormati orang tua dan guru, serta memilih lingkungan pergaulan yang mendukung perkembangan diri.

“Kalau kalian bersungguh-sungguh dalam belajar, menjaga diri, dan menjauhi hal-hal negatif, insyaallah masa depan kalian akan lebih cerah. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Kalian semua memiliki peluang untuk sukses dan membanggakan keluarga,” lanjutnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Datang ke sekolah dengan tekun, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang lain, dan berani memperbaiki kesalahan merupakan bagian dari proses membangun masa depan.

Nilai akademik memang penting, tetapi karakter, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan juga tidak kalah menentukan.

Polisi bukan hanya datang ketika ada masalah

Hal menarik dari kegiatan tersebut adalah keterbukaan Kapolsek untuk berkomunikasi dengan para siswa.

Sigit mempersilakan pelajar yang ingin bertanya, berkonsultasi, atau menyampaikan persoalan untuk menghubungi dirinya maupun datang langsung ke Polsek Tanjung Priok apabila membutuhkan bantuan atau arahan.

Pendekatan ini diharapkan membuat hubungan antara kepolisian dan lingkungan sekolah semakin dekat. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga dapat menjadi mitra untuk memberikan edukasi, bimbingan, dan perlindungan kepada generasi muda.

Bagi pelajar yang menghadapi tekanan pergaulan, ancaman tawuran, atau persoalan lain yang berpotensi membahayakan, akses komunikasi dengan pihak yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk mencari jalan keluar.

Tentu, membangun kedekatan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai nasihat dalam satu kali pertemuan.

Merangkul pelajar, menyiapkan masa depan

Melalui kunjungan ke SMK Yanindo, Polsek Tanjung Priok menegaskan komitmennya untuk terus menjalin hubungan dengan dunia pendidikan dan mengajak pelajar memilih jalan yang lebih positif.

Upaya menjaga generasi muda memang tidak cukup hanya dengan melarang narkoba atau mencegah tawuran. Pelajar juga membutuhkan perhatian, lingkungan yang mendukung, kesempatan berkembang, dan ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Pada akhirnya, masa depan seorang pelajar tidak ditentukan oleh seberapa keras ia menunjukkan keberanian di jalanan, melainkan oleh bagaimana ia menggunakan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan memperbaiki diri.

Sebab, tawuran mungkin membuat seseorang merasa menang sesaat. Namun, pendidikan, karakter, dan kemampuan menjaga diri jauh lebih berharga untuk memenangkan persaingan hidup yang sesungguhnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *