Kuliner Nusantara dengan Konsep Berbeda Hadir di Medan, Zakiyuddin Harahap Beri Apresiasi

Kuliner Nusantara dengan Konsep Berbeda Hadir di Medan, Zakiyuddin Harahap Beri Apresiasi

MEDAN — Kota Medan memang seperti tidak pernah kehabisan alasan untuk makan. Mau pagi, siang, sore hingga malam, selalu ada saja menu yang bisa diburu. Kini, pilihan itu bertambah dengan hadirnya Oedoek Seroe, restoran yang menawarkan konsep kuliner Nusantara dengan pengalaman bersantap yang sedikit berbeda.

Restoran yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim itu resmi dibuka melalui Grand Opening, Minggu (4/10/2026). Pembukaan berlangsung semarak dan ditandai aksi mengulek cabai sebagai simbol dimulainya operasional restoran.

Bukan sekadar tempat makan, Oedoek Seroe menawarkan konsep di mana makanan diolah setelah pelanggan menentukan menu yang diinginkan. Hidangan dapat langsung direbus maupun digoreng sesuai pilihan, sehingga makanan disajikan dalam kondisi baru dimasak.

Konsep inilah yang menjadi daya tarik tersendiri. Sebab di tengah maraknya bisnis kuliner yang berlomba-lomba membuat menu “instagramable”, Oedoek Seroe justru mencoba menjual sesuatu yang lebih sederhana: makanan yang dimasak setelah dipesan.

Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap yang hadir dalam grand opening tersebut bahkan ikut mencicipi langsung sejumlah hidangan yang disajikan.

Usai menyantap menu Oedoek Seroe, Zakiyuddin memberikan apresiasi terhadap konsep yang menurutnya belum banyak ditemukan di Kota Medan.

“Jadi sekali lagi kita mengucapkan selamat ya untuk Grand Opening Oedoek Seroe. Tadi kami sudah makan, ini sangat enak, sangat lezat,” ujar Zakiyuddin.

Menurutnya, keunikan restoran tersebut terletak pada proses pengolahan makanan yang dilakukan setelah pelanggan menentukan pilihannya.

Dengan cara tersebut, pelanggan mendapatkan makanan yang baru dimasak dan sesuai menu yang dipilih.

Zakiyuddin bahkan menyebut konsep tersebut mengingatkannya pada pengalaman menikmati kuliner di Bandung.

“Ini belum ada seperti ini di Medan. Mungkin ini yang pertama,” katanya.

Medan, Kota yang Sulit Diajak Diet

Zakiyuddin menilai Oedoek Seroe memiliki peluang besar berkembang di Kota Medan. Alasannya sederhana: masyarakat Medan dikenal memiliki selera kuliner yang kuat.

Kalau ada makanan enak, harga bersahabat dan porsinya tidak bikin kecewa, promosi dari mulut ke mulut biasanya bekerja lebih cepat daripada iklan.

“Kalau sudah rasanya enak dan murah, di Kota Medan ini pasti laku. Karena Medan ini tempatnya kuliner, rajanya kuliner,” ucapnya.

Pernyataan itu sekaligus menggambarkan betapa ketatnya persaingan bisnis kuliner di Medan. Restoran baru boleh datang membawa konsep berbeda, tetapi lidah konsumen tetap menjadi “hakim” terakhir.

Karena itu, Zakiyuddin berharap Oedoek Seroe tidak hanya menambah pilihan tempat makan, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner baru di Kota Medan.

Pemko Medan, lanjutnya, mendukung pertumbuhan pelaku usaha kuliner sebagai bagian dari geliat ekonomi masyarakat. Pemerintah juga mendorong berbagai pihak, termasuk jajaran instansi, untuk ikut memperkenalkan dan meramaikan kehadiran Oedoek Seroe.

“Kita dukung. Kita ramaikan dan kita promosikan bersama,” pungkasnya.

Grand Opening Oedoek Seroe turut dihadiri Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI yang juga Sekjen Gerindra Sumut Sugiat Santoso, sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan, Bupati Labuhanbatu, Wakil Bupati Mandailing Natal, Wakil Bupati Dairi, serta sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara.

Dengan konsep yang ditawarkan, Oedoek Seroe kini ikut masuk dalam daftar panjang pelaku usaha yang mencoba peruntungan di “kerajaan kuliner” Medan.

Dan seperti biasa, di kota ini resep sukses restoran sebenarnya cukup sederhana: makanan harus enak, harga jangan bikin kaget, dan pelanggan pulang membawa niat untuk datang lagi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *