LPPBI: Kehadiran Wakapolda Sumbar di Lokasi Banjir Wujud Kepedulian Polri terhadap Masyarakat

PADANG, 11 Oktober 2026 – Lembaga Pemuda Pemantau Bangsa Indonesia (LPPBI) menyampaikan apresiasi kepada Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, atas langkah turun langsung ke lokasi banjir di Kota Padang untuk membantu penanganan bencana dan memantau proses evakuasi warga terdampak. Kehadiran pimpinan kepolisian bersama personel di lapangan dinilai mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat.

Ketua Umum LPPBI, Benny Ario, mengatakan kehadiran Wakapolda Sumbar di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bentuk pengabdian yang patut diapresiasi. Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat, tetapi juga mencakup tindakan kemanusiaan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

“Kami dari LPPBI menyampaikan apresiasi kepada Brigjen Pol. Solihin selaku Wakapolda Sumbar yang turun langsung ke lokasi banjir di Kota Padang. Kehadiran beliau bersama personel kepolisian menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat. Bagi kami, inilah salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujar Benny Ario.

Menurut Benny, bencana banjir membutuhkan respons cepat, kesiapsiagaan, dan koordinasi yang baik dari seluruh unsur terkait. Dalam kondisi tersebut, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk meninggalkan lokasi terdampak.

Ia menilai, langkah Wakapolda Sumbar yang turun langsung ke lapangan juga menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang responsif dalam penanganan bencana. Kehadiran pimpinan kepolisian di lokasi terdampak menjadi bagian dari upaya memastikan personel bergerak sesuai kebutuhan serta membantu masyarakat yang berada dalam kondisi berbahaya.

“Ketika bencana terjadi, masyarakat tidak hanya membutuhkan imbauan, tetapi juga tindakan nyata. Kehadiran Wakapolda Sumbar di lokasi banjir merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga. Kami berharap langkah seperti ini terus dipertahankan karena masyarakat membutuhkan aparat yang siap membantu ketika menghadapi kesulitan,” katanya.

Berdasarkan informasi penanganan banjir di Kota Padang pada Sabtu, 10 Oktober 2026, personel Polda Sumbar bersama Polresta Padang dikerahkan ke empat titik terdampak untuk membantu proses evakuasi warga. Salah satu lokasi yang mendapatkan penanganan adalah kawasan Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, yang terdampak banjir.

Dalam upaya tersebut, personel kepolisian dari unsur SAR Brimob, Polair, dan Samapta bersama jajaran Polresta Padang membantu proses evakuasi. Perahu karet juga digunakan untuk menjangkau warga yang masih berada di rumah dan membutuhkan bantuan untuk menuju tempat yang lebih aman.

Benny menilai, keterlibatan personel kepolisian dalam proses evakuasi merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tugas kemanusiaan membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang memadai, serta kemampuan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pertolongan dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan.

“LPPBI mengapresiasi bukan hanya kehadiran Wakapolda Sumbar, tetapi juga kerja seluruh personel yang berada di lapangan untuk membantu masyarakat. Mereka menjalankan tugas di tengah situasi yang tidak mudah demi keselamatan warga. Ini menunjukkan bahwa pengabdian Polri juga diwujudkan melalui tindakan kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Benny mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat diperkuat melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh warga. Menurutnya, kehadiran aparat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan institusi kepolisian yang tidak hanya hadir dalam urusan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga mampu berkontribusi dalam penanganan persoalan kemanusiaan. Dalam situasi bencana, tindakan cepat, koordinasi, dan kepedulian terhadap keselamatan warga menjadi hal yang sangat penting.

“Polri adalah bagian dari masyarakat. Karena itu, ketika masyarakat menghadapi musibah, kehadiran polisi untuk membantu evakuasi dan memberikan pertolongan menjadi bukti bahwa fungsi pelayanan tersebut dijalankan secara nyata. Kami berharap semangat ini terus dijaga oleh seluruh jajaran kepolisian,” lanjut Benny.

LPPBI juga mendorong Polda Sumbar untuk terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah Sumatera Barat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim pencarian dan pertolongan (SAR), tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat.

Menurut Benny, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan ketika banjir telah terjadi. Kesiapan personel, ketersediaan peralatan evakuasi, pemetaan kawasan rawan, dan penyampaian informasi kepada masyarakat perlu menjadi perhatian bersama guna mengurangi risiko serta melindungi keselamatan warga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama. Warga diharapkan mengikuti arahan petugas, menghindari kawasan berbahaya, dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi lingkungan mengancam keselamatan.

Selain itu, Benny mengingatkan pentingnya menyebarkan informasi yang benar selama situasi bencana. Masyarakat diimbau untuk memastikan informasi mengenai kondisi banjir, lokasi evakuasi, dan kebutuhan bantuan berasal dari sumber yang dapat dipercaya agar tidak menimbulkan kepanikan maupun menghambat proses penanganan di lapangan.

Benny menegaskan bahwa apresiasi LPPBI kepada Brigjen Pol. Solihin merupakan bentuk penghargaan terhadap tindakan nyata aparat kepolisian dalam membantu masyarakat. Ia berharap kepedulian yang ditunjukkan di lokasi banjir dapat terus menjadi bagian dari budaya pelayanan kepolisian di Sumatera Barat.

“Kami berharap seluruh jajaran Polda Sumbar terus menjaga semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat. Ketika warga menghadapi musibah, aparat harus mampu hadir dan bekerja bersama unsur terkait untuk memberikan pertolongan. Bagi LPPBI, tindakan nyata seperti inilah yang memperlihatkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat,” tutup Benny Ario.

Melalui apresiasi tersebut, LPPBI berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat, khususnya dalam menghadapi bencana alam. Keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas bersama, sementara kehadiran aparat di lapangan diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *