Masyarakat Marah lalu Singkirkan Mobil, Pendemo PT Sipef Tak Berkutik
Simalungun – Sumut: Ratusan masyarakat sekitar perkebunan PT Sipef, Kecamatan Gunung Malela yang sering melintas menuju Nagori Bukit Maraja, marah.
Kemarahan masyarakat dipicu karena puluhan massa yang sedang melakukan aksi demonstrasi menutup jalan.

Tiga unit mobil diberhentikan di badan jalan, sehingga truck tangki pengangkut minyak CPO tidak dapat melewati.
Alhasil, masyarakat (pengguna jalan) menuju Nagori Bukit Maraja juga tidak dapat melintas karena lumpuh total,
“Ulah puluhan demontrasi memalangkan mobil, membuat truck tangki tidak bisa melintas. Sehingga jalan menuju rumah kami di Nagori Bukit Maraja lumpuh,” ungkap Hendro mengaku warga Bukit Maraja, Rabu (13/05/2026) pukul 16.00 WIB.
Dirinya meminta, agar para demonstrasi tidak melakukan aksi serupa di jalan menuju Nagori Bukit Maraja karena membuat warga sekitar terganggu,
“Kepada seluruh demonstrasi, kami minta jangan melakukan aksi di jalan tadi. Kami sebagai masyarakat tidak terima, karena jalan ini milik umum yang sering digunakan masyarakat,”tegas pria bertubuh tegap ini.
Senada, akibat ulah aksi puluhan demontrasi dinilai menggangu kepentingan umum sehingga warga memberontak, secara spontan, masyarakat tertawa gembira setelah tiga unit mobil berhasil disingkirkan.
Tak cukup hanya tertawa, seusai ratusan masyarakat berhasil menyingkirkan mobil dengan cara menyorong ke seberang jalan, suara klakson kendaraan juga saling sahut menyahut turut memeriahkan suasana,
“Bersyukurlah masyarakat memberontak dan melawan puluhan demontrasi. Kalau tidak dilakukan, sampai malam kami disini. Jangankan mobil, sepeda motor saja tidak bisa melewati. Kalau sampai malam tidak bisa lewat, bagaimana nasib anak kami di rumah,” ungkap Edy juga warga sekitar Bukit Maraja.
Pantauan di lokasi puluhan demonstran melakukan aksi, diperkirakan jumlah massa sebanyak 60 orang tidak berkutik.
Aksi pendemo sempat membuat masyarakat sekitar perkebunan PT Sipef resah karena akses jalan ditutup kurang lebih 3 jam, akhirnya dapat dilintasi masyarakat sekitar pukul 17.00 WIB.(***)






