Pemko Medan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Harga Bahan Pokok Kembali Jadi Perhatian

Pemko Medan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Harga Bahan Pokok Kembali Jadi Perhatian

MEDAN — Harga kebutuhan pokok memang punya kebiasaan yang sulit ditebak. Ketika pemerintah sibuk menghitung angka inflasi, harga di pasar kadang justru lebih dulu “menghitung” isi dompet masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual melalui Ruang Command Center Kantor Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026).

Rakor tersebut diikuti Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan H. Citra Effendi Capah, Kabag Perekonomian M. Reza Hanafi, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait.

Forum koordinasi itu membahas sejumlah agenda strategis terkait stabilitas perekonomian dan harga kebutuhan pokok di daerah.

Fokus utama diarahkan pada perumusan langkah konkret untuk mengendalikan inflasi daerah sepanjang 2026. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut mampu membaca angka inflasi, tetapi juga harus memastikan gejolak harga tidak terlalu cepat sampai ke pasar dan akhirnya membebani masyarakat.

Dalam rakor tersebut, dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut menjadi perhatian. Sebab, ketika harga BBM bergerak, efeknya bukan cuma terasa di pompa bensin. Biaya distribusi barang, ongkos angkutan hingga harga kebutuhan pokok ikut berpotensi terdorong naik.

Belum selesai urusan BBM, pemerintah juga harus menghadapi fluktuasi tarif angkutan udara. Bagi daerah seperti Medan yang menjadi salah satu pintu mobilitas dan distribusi di Sumatera, perubahan tarif penerbangan dapat ikut memengaruhi biaya logistik dan pergerakan barang.

Dalam forum tersebut, pemerintah melakukan evaluasi terhadap pergerakan harga pasar sekaligus memetakan berbagai kendala distribusi yang dihadapi daerah.

Pembahasan kemudian diarahkan pada penyusunan solusi dan strategi intervensi yang dapat dilakukan pemerintah daerah guna memitigasi dampak gejolak harga.

Langkah tersebut dinilai penting agar pengendalian inflasi tidak berhenti sebatas rapat dan catatan di atas meja. Sebab, bagi masyarakat, ukuran paling sederhana dari keberhasilan pengendalian inflasi sebenarnya cukup mudah: harga bahan pokok tetap terkendali dan belanja kebutuhan sehari-hari tidak semakin menguras kantong.

Dengan koordinasi lintas perangkat daerah dan pemantauan kondisi pasar secara berkala, Pemko Medan diharapkan dapat merespons lebih cepat apabila terjadi tekanan terhadap harga maupun distribusi barang kebutuhan pokok.

Sebab, inflasi boleh dibahas dalam angka dan grafik. Namun bagi masyarakat, persoalannya tetap sederhana: berapa harga cabai hari ini dan apakah uang belanja masih cukup sampai akhir pekan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *