Pemprov Sumut Apresiasi ADB Dorong Pengembangan KEK dan Pertumbuhan Ekonomi

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi dukungan Asian Development Bank (ADB) dalam mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Special Economic Zones (SEZ) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diharapkan memperkuat pengelolaan dan pengembangan KEK Sei Mangkei.

Apresiasi tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny Ameriansah Soekoer, Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Pamela Asis-Layugan, Academic, Economist and International Trade Expert Aradhna Aggarwal, serta National Consultant Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Alona Mae Agustin di Ruang Kerja Sekdaprov Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (26/6/2026).

Sulaiman mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama subregional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pengelolaan kawasan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing investasi di Sumatera Utara.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pengelolaan KEK, meningkatkan kualitas tata kelola kawasan ekonomi, mendukung pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan unggulan Sumatera Utara,” ucapnya.

Sulaiman juga menyampaikan bahwa Sumatera Utara merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT ke-32. Kepercayaan tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap peran strategis Sumatera Utara dalam kerja sama ekonomi regional.

Karena itu, Pemprov Sumut berharap dukungan dan sinergi ADB terus diperkuat guna menyukseskan agenda kerja sama regional tersebut. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Provinsi Sumut memiliki potensi perkebunan sawit yang sangat baik. Produksinya juga banyak. Sawit sebagai salah satu potensi pemasukan di Sumut. Kami berharap pengembangan special economic zones dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumut dan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny Ameriansah Soekoer mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan IMT-GT ke-32 yang akan berlangsung pada September mendatang. Ia berharap pemerintah daerah turut berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan kerja sama tersebut.

“IMT-GT merupakan satu-satunya kegiatan yang melibatkan daerah. Salah satu tujuannya adalah untuk mensinergiakan kebijakan-kebijakan dalam pembangunan di Sumatera. ADB ini sebagai strategy advisor yang bisa dimanfaatkan dan meminta saran dari mereka,” ucap Sonny.

Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Pamela Asis-Layugan mengatakan ADB memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan regional. Menurutnya, ADB tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarkawasan sebagai bagian dari pembangunan koridor ekonomi lintas batas.

“Melalui workshop SEZ maka dapat diketahui koridor mana yang patut kita kembangkan. Sehingga kekuatan ekonomi daerah juga akan meningkat, juga ekonomi nasional,” ujarnya.

Pamela menambahkan ADB juga berperan dalam meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara melalui berbagai program capacity building. Materi yang diberikan mencakup berbagai isu strategis, seperti pengembangan ekonomi, pariwisata, hingga sektor-sektor lainnya yang mendukung pembangunan kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *