matabangsa.com – Labura: TNI sebagai penjaga NKRI memiliki senjata utama yakni Komunikasi. Terlebih Angkatan Darat yang kerap besentuhan langsung dengan masyarakat dalam menjaga dan mengawal wilayah terirorial. Kecakapan prajurit dalam berkomunikasi tidak hanya menjadi keuntungan TNI, tetapi bangsa dan negara.
“Senjata utama prajurit TNI adalah Komunikasi, khususnya Babinsa yang secara langsung terjun ketengah masyarakat. Prajurit tidak boleh patah arang, patah semangat. Karenanya, prajurit harus dapat memahami betul pentingnya komunikasi dan harus yakin. Tidak ada masalah di muka bumi ini yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi,” tegas Dansatgas TMMD 110 Kodim 0209/LB Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap.
Seperti di lokasi dilaksanakannya TMMD Desa Pematang dan Desa Batu Tunggal Kecamatan NA IX-X dan Desa Terang Bulan, Kampung Pajak, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labura, Sumut.
Kehadiran prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD 110 Tahun 2021 di wilayah Desa Pematang, ternyata bukan hanya membangun infrastruktur saja, melainkan meningkatkan perekonomian warga setempat dan juga mewujudkan Bintahwil dan Binter lewat Komsos-Nya.
“Selain membangun infrastruktur ,personel Satgas juga meningkatkan perekonomian masyarakat dengan dibangunnya jalam baru dan jembatan serta rutin Komsos selama tinggal dirumah orangtua asuh ,jadi bagi TNI AD duduk-duduk dengan warga juga tugas,sehingga Kemanunggalan TNI Rakyat semakin kental,” sebut Abituren Akmil 2
Kegiatan lintas sektoral Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 110 Tahun 2021 sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga masyarakat di lokasi sasaran fisik, baik secara mental maupun finansial.
Karena itu, kehadiran Prajurit TNI di tengah-tengah warga diharapkan tidak hanya berfokus pada perampungan pekerjaan sasaran fisik semata, tetapi bisa pula menumbuhkan kreativitas, sehingga warga ke depannya akan menjadi lebih mandiri dan tentunya akan semakin Manunggal dengan TNI.
Dansatgas yang juga menjabat Dandim ini menyampaikan,setelah berjalan selama 25 hari sejak dibuka pada Selasa, 2 Maret 2021 lalu,seluruh progres TMMD ke-110 di Desa Pematang menunjukkan pencapaian yang signifikan, diantaranya adalah pengerjaan pembukaan jalan 2700 meter, rehab RTLH 8 unit,dan kegiatan fisik serta non fisik lainnya.
Lanjut dijelaskan Dansatgas,sarana jalan yang sehari-hari digunakan warga untuk menuju kebunnya ataupun menjual hasil pertaniannya awalnya hanya berupa jalur tanah setapak dengan ilalang di kiri-kanannya dan jurang yang terjal, kini warga sudah bisa menikmati jalan baru yang cepat dan lancar.
“Sebelumnya kita sangat kasihan melihat kehidupan warga disana, apalagi di saat hujan, jalan setapak ini sangat sulit dilalui. Dan kalau pun berkeras ingin melaluinya, hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Kondisi ini jelas sangat tidak menguntungkan bagi warga untuk mengangkut hasil kebunnya guna dipasarkan ke luar daerah,” sebut Dansatgas. Namun, kata Dansatgas sejak jalan dibuka jangankan berjalankan kaki, naik sepeda motor atau mobil pun sudah bisa dilakukan oleh warga,diminta warga dapat merawat dan menjaga hasil pekerjaan TMMD tersebut.
Dan untuk pengerjaan sasaran fisik yang tepat waktu dan berkualitas, merupakan atensi Komando Atas. Makanya, sasaran fisik di program TMMD ke-110 ini dikerjakan dengan baik, karena sangat diharapkan mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha masyarakat di bidang ekonomi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Namun, lanjut Dansatgas, sasaran non fisik tidak kalah penting dibandingkan sasaran fisik. Karena hasil sasaran non fisik yang digelar melalui penyuluhan dan sosialisasi, tidak bisa dilihat sekarang. “Tetapi ke depan akan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat dalam mengangkat kualitas kehidupan yang lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera serta mampu mandiri,” ungkapnya. (Dim0209)





