Medan— Dalam suasana penuh kehangatan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Medan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat. Sebuah momen tahunan yang selalu hadir tepat waktu—bersamaan dengan harapan baru dan, tentu saja, stok maaf yang diperbarui, Senin (31/03/2026).
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, bersama jajaran pimpinan dan anggota dewan, mengajak masyarakat untuk menyambut hari kemenangan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. Ajakan yang sederhana, namun terasa dalam—karena memaafkan kadang lebih menantang daripada sekadar mengucapkannya.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadhan,” demikian pesan yang disampaikan, dengan harapan sampai ke hati masyarakat—bukan hanya sebagai ucapan, tapi juga sebagai pengingat.
Dalam nuansa Horatian yang ringan, ucapan ini terasa seperti tradisi yang menenangkan. Semua orang saling memaafkan, semua kesalahan seolah diberi jeda, dan semua pihak sepakat untuk memulai kembali dari nol—setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.
Idul Fitri memang selalu menjadi momen istimewa. Ia bukan hanya soal kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan—baik dengan sesama maupun dengan diri sendiri. Dan di tengah itu semua, ucapan dari para wakil rakyat menjadi bagian dari orkestrasi kebersamaan yang sudah akrab setiap tahunnya.
Namun tentu saja, setelah ucapan disampaikan dan maaf diberikan, kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Agenda kembali disusun, rapat kembali digelar, dan aspirasi kembali berdatangan—dengan harapan semuanya bisa ditangani dengan hati yang sedikit lebih lapang.
Pada akhirnya, ucapan Idul Fitri ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan pengingat bahwa di balik segala dinamika, selalu ada ruang untuk saling memahami dan memperbaiki.
Karena jika maaf benar-benar dimulai dari hati, maka mungkin—sekadar mungkin—hubungan antara harapan masyarakat dan realitas kebijakan juga bisa sedikit lebih harmonis ke depannya.(***)






