UPT V Bapenda Medan Turun ke Persimpangan, Ajak Warga Taat PKB: Bayar Pajak Kini Tak Perlu Ribet
MEDAN — Kalau biasanya masyarakat berhenti di persimpangan karena lampu merah, Rabu (22/7/2026) ada tambahan “menu” informasi yang cukup penting: sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Jajaran UPT Wilayah V Bapenda Kota Medan berkolaborasi dengan Bapenda melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar PKB tepat waktu. Kegiatan tersebut digelar di persimpangan Jalan Dr. Mansur dan Jalan Jamin Ginting, dan dipimpin langsung Kepala UPT Wilayah V, M. Rizky Akbar Harahap.
Petugas turun langsung menyapa masyarakat, memberikan edukasi mengenai kewajiban membayar pajak kendaraan sekaligus menjelaskan manfaat PKB bagi pembangunan daerah.
Pendekatannya pun cukup sederhana. Tidak perlu pidato panjang. Brosur dibagikan, informasi disampaikan, dan masyarakat diberi tahu bahwa membayar pajak kendaraan sekarang sudah semakin mudah.
Selain melalui kantor Samsat, pembayaran PKB juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi SIGNAL dan layanan e-Samsat.
Jadi, alasan “tidak sempat karena harus antre” semakin lama semakin sulit dipakai. Teknologi sudah menyediakan jalan pintas. Tinggal kemauan jangan ikut mengambil jalan memutar.
Bagi pemerintah daerah, peningkatan kepatuhan pembayaran PKB tentu memiliki arti penting. Pajak yang dibayarkan masyarakat menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang nantinya digunakan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan Program Gebyar Pajak Sumut 2026. Program apresiasi bagi wajib pajak yang taat membayar PKB ini berlangsung sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2026.
Tidak hanya sekadar slogan, program tersebut juga menawarkan berbagai hadiah melalui pengundian reguler setiap tiga bulan serta grand prize pada akhir periode.
Hadiah yang disiapkan pun cukup beragam, mulai dari 3 unit mobil, 20 paket umroh dan Holyland, sepeda motor, televisi, kulkas, mesin cuci, laptop, smartphone, tablet, PlayStation 5, emas, hingga ribuan hadiah lainnya.
Dengan daftar hadiah seperti itu, membayar pajak memang jadi terasa punya “bonus”. Tetapi perlu diingat, hadiah tetaplah apresiasi. Kewajiban membayar pajak tetap menjadi alasan utamanya.
Jangan sampai nanti ada yang berpikir, “Saya bayar pajak karena mengejar mobil.” Kalau semua orang berpikir begitu, nanti pajak berubah seperti kupon undian. Padahal fungsi utamanya tetap untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Informasi mengenai Program Gebyar Pajak Sumut 2026 serta hasil pengundian juga dapat dipantau melalui laman resmi program tersebut.
Melalui kegiatan sosialisasi di ruang publik ini, UPT Wilayah V Bapenda Kota Medan berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya membayar PKB tepat waktu sekaligus memanfaatkan berbagai kemudahan layanan yang tersedia.
Sebab, membayar pajak kendaraan sekarang tidak harus menunggu sampai diingatkan. Apalagi ketika sudah ada aplikasi, layanan digital dan informasi yang semakin mudah diakses.
Pada akhirnya, urusannya sederhana: kendaraan dipakai setiap hari, pajaknya dibayar tepat waktu, pembangunan ikut berjalan.
Dan kalau kemudian dapat hadiah, anggap saja itu bonus karena sudah menjadi warga yang patuh.
Yang penting jangan sampai kendaraan sudah rutin diajak keliling kota, tetapi kewajiban pajaknya masih keliling-keliling mencari alasan.(***)






