Wakil Ketua DPRD Medan Safari Ramadan: Antara Tausyiah, Santunan, dan Harapan yang Ikut Dibagikan

Politik16 Dilihat

Medan — Suasana Ramadan terasa hangat di Masjid Al Ikhlas yang berlokasi di Jalan Pimpinan Gang Suka Damai, Kecamatan Medan Perjuangan. Di tempat ini, kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kota Medan Tahun 1447 Hijriah digelar dengan nuansa religius—dan tentu saja, penuh kebersamaan, Senin (16/03/2026).

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen, turut hadir dalam kegiatan tersebut, menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang kehadiran bersama di tengah masyarakat.

Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda Kota Medan, serta para Kepala OPD. Sebuah formasi lengkap yang membuat suasana masjid terasa seperti pusat koordinasi—bedanya, kali ini lebih banyak doa daripada diskusi anggaran.

Kegiatan diisi dengan tausyiah oleh Muhammad Bambang Irawan Hutasuhut, yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan harapan bisa menyejukkan hati. Sebuah momen di mana jamaah tidak hanya mendengar, tetapi juga—setidaknya untuk sementara—merenungkan.

Dalam nuansa Horatian yang ringan, Safari Ramadan ini berjalan sebagaimana mestinya: khidmat, hangat, dan penuh makna. Ada tausyiah, ada silaturahmi, dan tentu saja ada bantuan yang disalurkan sebagai bentuk kepedulian.

Pemerintah Kota Medan juga menyerahkan bantuan untuk memakmurkan masjid serta santunan kepada anak yatim piatu. Sebuah bagian yang selalu dinantikan, karena di situlah makna berbagi terasa paling nyata—langsung dan tanpa banyak kata.

Namun di balik semua itu, Safari Ramadan juga menjadi pengingat bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat adalah bagian penting dari komunikasi. Tidak selalu harus melalui rapat formal—kadang cukup dengan duduk bersama di masjid, mendengar, dan ikut merasakan suasana.

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang agenda tahunan, tetapi juga tentang menjaga hubungan: antara pemerintah dan masyarakat, antara sesama, dan tentu saja, antara manusia dengan nilai-nilai yang diingatkan kembali selama Ramadan.

Dan jika setelah acara ini hati terasa sedikit lebih tenang, maka Safari Ramadan ini bukan hanya sukses sebagai kegiatan—tetapi juga sebagai pengingat bahwa di tengah kesibukan, masih ada ruang untuk berhenti sejenak dan kembali pada hal-hal yang lebih sederhana.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *