Wali Kota Medan Minta ICMI Muda Tak Berhenti di Pelantikan, Harus Beri Dampak Nyata
MEDAN – Pelantikan pengurus organisasi biasanya identik dengan jas rapi, tepuk tangan, foto bersama, dan ucapan selamat. Namun, bagi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, pelantikan bukan garis finis. Justru sebaliknya, itu tanda pekerjaan baru dimulai.
Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri pelantikan Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kota Medan periode 2026–2031 di Ballroom RSU Bunda Thamrin, Sabtu (2/10/2026).
Rico mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Namun, di balik ucapan selamat itu, terselip pesan yang cukup jelas: jangan sampai setelah dilantik, aktivitas organisasi hanya berputar pada rapat, spanduk, dan dokumentasi.
“Selamat bekerja dan mengemban amanah. Saya berharap ICMI Muda Kota Medan di bawah kepemimpinan Pak Ramaddan bisa memberikan dampak nyata, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang bagi masyarakat. Jangan habis dilantik lalu diam, tapi harus langsung bekerja dan mengimplementasikan gagasan untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Rico.
Menurutnya, ICMI Muda memiliki posisi strategis untuk menjembatani dunia gagasan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sebab, kecendekiawanan tidak cukup hanya berhenti di ruang diskusi atau menghasilkan konsep yang bagus di atas kertas.
Kota Medan, kata Rico, memiliki persoalan yang cukup kompleks. Karena itu, ICMI Muda tidak perlu merasa harus menjadi “pemadam kebakaran” untuk semua persoalan sekaligus.
Yang lebih penting, organisasi tersebut mampu menentukan skala prioritas dan mengerjakannya secara terukur.
“ICMI Muda harus memiliki roadmap kerja yang terukur setiap 3, 6 hingga 9 bulan. Jadi dalam kurun waktu satu tahun ke depan, sudah ada capaian konkret yang dirasakan warga, apakah itu di sektor ketenagakerjaan, pendidikan atau sosial,” katanya.
Pesannya sederhana. Jangan terlalu sibuk menyusun rencana lima tahun sampai lupa bahwa masyarakat membutuhkan solusi mulai hari ini.
Rico juga mendorong ICMI Muda Kota Medan mengambil peran dalam pembinaan generasi muda. Pendekatan edukatif dan keagamaan, menurutnya, dapat dikemas dengan cara yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Media digital seperti podcast dan konten kreatif, misalnya, dapat menjadi ruang baru untuk menyampaikan gagasan kepada anak muda.
“ tentunya kami siap bekerja sama, berkoordinasi dan membuka diri untuk berdiskusi demi membangun kota yang lebih baik bersama ICMI Muda Kota Medan,” pungkasnya.
Ramaddan: Tak Bisa Bekerja Sendiri
Sementara itu, Ketua MPD ICMI Muda Kota Medan, Ramaddan, menegaskan komitmennya untuk menggerakkan seluruh potensi kepengurusan.
Komposisi pengurus, katanya, diisi berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pengusaha, teknokrat hingga birokrat. Beragam latar belakang tersebut diharapkan menjadi modal untuk melahirkan program yang tidak hanya bagus dalam konsep, tetapi juga bisa dijalankan.
“Kami tidak mungkin dapat bekerja sendiri, butuh dukungan dari seluruh pengurus, agar nantinya ICMI Muda memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Ramaddan.
Komitmen tersebut pun tidak berhenti pada pidato pelantikan. Dalam kesempatan yang sama, ICMI Muda Kota Medan meluncurkan dua program unggulan.
Salah satunya adalah Smart Service Medan, sebuah platform digital yang dirancang untuk memfasilitasi sekaligus melatih masyarakat agar memiliki kesiapan memasuki dunia kerja.
Program lainnya menyasar sektor usaha mikro. ICMI Muda Kota Medan menyalurkan bantuan program UMKM bergulir berupa 21 unit gerobak dimsum dengan dukungan PT Pertamina.
Program tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha sektor informal naik kelas menjadi wirausahawan mandiri.
Setidaknya, dari dua program tersebut, pelantikan pengurus ICMI Muda Kota Medan tidak hanya menghasilkan foto bersama dan ucapan “selamat menjalankan amanah”. Ada pekerjaan rumah yang sudah mulai dikerjakan.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah organisasi pada akhirnya bukan seberapa meriah acara pelantikannya, melainkan seberapa terasa keberadaannya setelah para tamu pulang dan panggung dibongkar.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Presidium ICMI Muda Pusat H. Tumpal Pangabean, Ketua ICMI Muda Sumatera Utara Ilham Suheri Situmorang, Owner RSU Bunda Thamrin Medan Hendra Wibowo, jajaran direksi dan manajemen RSU Bunda Thamrin, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan serta sejumlah undangan lainnya.(***)






