Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kab. Dairi, Dr. Muhammad Sanif, M.Ag, secara resmi membuka dan sekaligus memberikan bimbingan pada kegiatan praktek Manasik Haji bagi siswa-siswi SMA/ SMK se-Kabupaten Dairi tahun 2025.
Acara ini berlangsung di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo pada Minggu (23/02/2025) dan dihadiri oleh Ketua MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Dairi beserta jajaran pengurus, Seluruh panitia, para guru PAI SMA/SMK Kabupaten Dairi serta sebanyak 585 siswa-siswi SMA/SMK se-Kabupaten Dairi sebagai peserta manasik haji yang dikordinir oleh MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Dairi.
Dalam sambutannya, Muhammad Sanif menekankan pentingnya pendidikan nilai agama dan budaya di tengah arus globalisasi informasi. Menurutnya, pemahaman yang mendalam dan komprehensif terhadap nilai-nilai agama khususnya pembelajaran Manasik Haji guna memberikan pengetahuan awal sekaligus Menanamkan nilai agama dan moral terutama tentang memperkenalkan ibadah haji, sebagai rukun Islam yang wajib dijalankan bagi yang mampu.
“Kami menyambut gembira kegiatan praktek Manasik Haji ini. Melalui kegiatan ini, bertujuan membentuk sifat anak-anak sejak dini agar mempunyai sifat yang agamais, membentuk generasi cinta allah dan rasul-nya, mengenalkan sejak dini bagaimana tata cara pelaksanaan haji kepada anak-anak, menumbuhkan rasa gemar melakukan ibadah yang diwajibkan oleh islam dan menanamkan nilai agama dan moral terutama tentang memperkenalkan ibadah haji, sebagai rukun islam yang wajib dijalankan jika sudah mampu, ujar Muhammad Sanif.
Lebih lanjut, Muhammad Sanif menambahkan bahwa secara filosofis, kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap tumbuh kembang kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual anak-anak. Ketiga aspek ini merupakan modal penting dalam membentuk kepribadian serta mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan. Kemenag Kab. Dairi khususnya Seksi PHU, lanjutnya, akan terus mendorong dan mengapresiasi berbagai kegiatan yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.
“Kunci pembangunan adalah penguatan sumber daya manusia, salah satunya melalui sektor pendidikan. Pendidikan tidak hanya untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga untuk membentuk karakter individu yang berakhlakul karimah,” tegas Muhammad Sanif.
“Manasik ini bukan sekadar simulasi teknis, tetapi sebuah refleksi spiritual. Ini adalah langkah awal untuk menanamkan niat suci menuju Baitullah. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi dan doa agar kelak kalian dapat menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya,” tambah Muhammad Sanif.
Setelah memberikan sambutan pada acara pembukaaan, Muhammad Sanif juga menyampaikan teori-teori seputar manasik haji dan praktek pelaksanaan prosesi manasik ibadah haji secara lengkap, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina. Suasana khidmat terasa ketika para siswa menjalankan simulasi tersebut, seolah-olah mereka benar-benar berada di tanah suci.(***)






