MataBangsa-Asahan : Pengurus PKK Desa Air Teluk Kiri sudah melakukan serangkaian kegiatan yang bersifat menciptakan industri kreatif seperti pembuatan masker, tas, serta sepatu dari bahan ramah lingkungan. Harapan mereka kedepan semoga hal ini dapat menjadi ‘motor penggerak’ sekaligus semangat buat kami terus melakukan hal-hal yang lebih inovatif dan kreatif.
Seperti terlihat pantauan awak media di Kantor Balai Desa Air Teluk Kiri (ATK) , ibu-ibu yang tergabung dalam PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) membuat masker dari bahan kain menggunakan 4 buah mesin jahit manual, Selasa (21/04/2020)
Saat dikonfirmasi lebih lanjut Ketua PKK Desa ATK Yusnidariyanti mengatakan pembuatan masker di tengah situasi pandemi virus Covid-19 adalah langkah kami membantu masyarakat untuk bisa lebih mudah memiliki masker, apalagi ketersediaan masker antiseptik terlihat susah ditemukan di Apotik. Masker yang sudah kami buat ini akan kami bagikan lagi kepada masyarakat yang belum dapat saat kemaren kami membagikan sekitar 1.600 masker kepada warga Dusun I sampai Dusun IV.
Sekarang kami lagi mengejar target pembuatan masker karena ada permintaan dari masyarakat yang tergabung dalam jemaah mesjid Al-Falah Desa ATK sebanyak 150 masker. Saat ini kami sudah menyelesaikan 70 masker, dalam 2 hari kedepan target kami dapat menyelesaikan 200 masker. Sisa dari sumbangan kami di mesjid akan kami simpan di Kantor Balai Desa. Jika ada masyarakat yang datang mengurus keperluan ke kantor dan tidak memakai masker, maka akan kami berikan masker.
Menanggapi kegiatan yang ada di kantornya, Kepala Desa Air Teluk Kiri Miswanto mengatakan kiranya kita tetap mematuhi anjuran pemerintah terkait kondisi yang sekarang ini. Tanamkan prilaku hidup bersih dan sehat usahakan sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun dan selalu menggunakan masker, jaga kontak fisik, dan tetaplah di rumah jangan bepergian kalau tidak terlalu penting.
Penyediaan masker ini dapat menjadi langkah pencegahan dini dan harapannya dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Terkhusus masyarakat Desa ATK jangan panik dan tetap mengikuti anjuran pemerintah. Jangan melakukan mudik dan bagi keluarga yang datang dari luar kota/ kabupaten maka segera melapor ke Posko Gugus Tugas yang ada di desa atau melapor langsung ke pemerintah desa, pungkasnya.(darmawan)





