Dari Budaya sampai Kecerdasan Buatan, Pintu Ketua DPRD Medan Terbuka untuk Banyak Ide
Kalau ada yang bilang ruang kerja pejabat hanya didatangi tamu yang membawa map tebal dan agenda formal, mungkin mereka belum melihat jadwal audiensi Ketua DPRD Kota Medan. Sebab dalam satu hari, yang datang bisa berasal dari dunia budaya, olahraga, pendidikan, penerbangan, hingga teknologi kecerdasan buatan.
Selasa, 12 Mei 2026, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., menerima audiensi Panitia Pelaksana Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan ke-436, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Medan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Medan, serta Zamatra AI Fest. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, Medan.
Daftar tamunya cukup menarik. Ada yang membawa semangat melestarikan budaya, ada yang mendorong olahraga masyarakat, ada yang berbicara tentang dunia penerbangan, ada pula yang datang dengan gagasan kecerdasan buatan. Rasanya seperti satu ruang rapat yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam waktu yang bersamaan.
Audiensi ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara DPRD Kota Medan dengan berbagai organisasi dan elemen masyarakat. Sebab kebijakan yang baik tidak lahir hanya dari balik meja, tetapi juga dari mendengar berbagai sudut pandang.
Sedikit satire boleh saja. Kadang masyarakat mengira pejabat hanya menerima tamu saat ada urusan politik. Padahal, banyak juga pertemuan yang isinya membahas budaya, pendidikan, kreativitas, hingga inovasi yang justru menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Kehadiran Panitia Merdang Merdem menunjukkan bahwa tradisi dan kearifan lokal tetap memiliki ruang dalam pembangunan Kota Medan. Budaya bukan sekadar acara tahunan, melainkan identitas yang perlu dijaga agar tidak kalah oleh derasnya perkembangan zaman.
Di sisi lain, kehadiran KORMI mengingatkan bahwa olahraga masyarakat bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga membangun gaya hidup sehat yang melibatkan seluruh lapisan warga. Aktivitas fisik yang sederhana sering kali menjadi investasi kesehatan yang paling murah.
Sementara itu, keikutsertaan PT Garuda Indonesia, Ikatan Pelajar Al Washliyah, dan Zamatra AI Fest memperlihatkan bahwa pembangunan kota membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dunia usaha, organisasi kepelajaran, hingga komunitas teknologi memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendorong kemajuan daerah.
Pertemuan seperti ini mungkin tidak langsung menghasilkan keputusan besar pada hari itu juga. Namun, komunikasi yang terbangun menjadi modal penting untuk menciptakan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Sebab ide-ide besar sering kali lahir dari percakapan yang sederhana.
Pada akhirnya, sebuah ruang kerja akan lebih bermakna ketika menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan. Dan ketika budaya, olahraga, pendidikan, dunia usaha, serta teknologi bisa duduk di meja yang sama, harapannya bukan sekadar menghasilkan foto bersama, melainkan melahirkan kolaborasi yang benar-benar memberi manfaat bagi Kota Medan.(***)






