Jakarta – Munculnya narasi liar yang terkesan di framing menyudutkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Dr Febri Adriansyah dengan membawa nama Presiden RI Prabowo dinilai pembunuhan karakter.
Hal itu tegas disampaikan Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (JAGA MARWAH) Edison Tamba atau Edoy kepada Median, Kamis (9/7/2026) mengatakan dalam rillis pertama sudah disampaikan bahwa ada dugaan campur tangan koruptor dan koleganya memanfaatkan buzzer dalam persoalan kasus ini.
“Narasi liar seakan disebar, tanpa ada sumber kemudian dengan mudah di comot dari salah satu media nasional. Sungguh luar biasa cara-cara diduga para kolega koruptor tersebut “Jelasnya.
Mirisnya lagi, lanjut Edoy sapaan akrabnya narasi liar itu seakan bersumber dari salah satu media nasional kemudian disebarkan dengan homeles serta di blowup para oknum-oknum yang berlagak jadi aktivis atau pegiat sosial dengan latar belakang yang unik.
Tambah lagi, banyak akun Instagram atau yang seaakan jadi homeless media. Faktanya media online atau websitenya tidak ada.
“Saya harap Kepala pusat penerangan hukum (Kapuespen) harus tegas menanggapi narasi liar ini. Karena Kapuspen Anang Supriatna sudah ada rilis video resmi agar menghargai asas praduga tak bersalah. Kenapa yang ngaku pegiat terkesan buzzer melebihi penyidik aparat hukum menghujat,” ujar Edoy.
Selain itu, kata Edoy lagi, yang kejam menghujat para manusia yang terang-terangan membela koruptor yang sudah di vonis hakim.
Seaaksn mereka lebih tinggi dari pada Pengadilan sebagai acuan Negara Kita saat ini dalam memutuskan yang salah dan benar.
“Agak laen tingkah buzzer penjilat dan kolega koruptor yang sudah terang-terangan bela koruptor, malah banyak yang sor pulak,” pungkasnya.
Untuk itu, Edoy mengingatkan agar Buzzer tetap belajar tentang hukum. Minimal kalau bernarasi ada edukasi dan ilmu yang di ajar:
“Jangan tau ngebacot dan maki. Bertanya juga dalam hati, sejak kapan para buzzer ini dalam sebuah pergerakan perjuangan dan dunia aktivis. Apalagi ada bekas DJ. Apakah mudah cari cuan dari ngebacot dari pada skil DJ nya? Semoga cepat sadar lah para buzzer yang cuma tau bacot-bacot sampah,” pungkasnya.
Terpisah, beredarnya narasi liar tersebut disebutkan Presiden Prabowo Subianto meminta Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah untuk mengundurkan diri dari jabatannya demi menghadapi kasus dugaan korupsi yang saat ini tengah disidik oleh kepolisian.
Permintaan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan di rumah dinas presiden di kawasan Widya Chandra, Jakarta, pada Kamis pagi, 9 Juli 2026.
Langkah penertiban ini mencuat setelah tim gabungan Polri melakukan penggeledahan maraton di 12 lokasi strategis, termasuk sebuah rumah mewah di Sentul City dan Cafe de’CLAN Signature di Jakarta Selatan.
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan tiga dugaan skandal korupsi besar serta pencucian uang yang menyeret nama pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung RI.
Berdasarkan informasi dari seorang sumber yang mengetahui jalannya pertemuan di kediaman presiden, terdapat usulan awal dari internal agar pihak Kejaksaan Agung segera memberhentikan Febrie dari jabatannya.
“Ada usul agar Kejaksaan Agung memecat Febrie, tapi presiden menolak. Dia ingin yang bersangkutan mengundurkan diri saja agar tak memperkeruh suasana,” kata sumber tersebut.(***)







