Razia Dini Hari di Tamansari: Niat Cari Penjahat Jalanan, Malah Ketemu “Perokok Langit”
Jakarta Barat memang punya cerita sendiri saat dini hari. Ketika sebagian orang sibuk menghitung domba agar cepat tidur, polisi di Tamansari justru sibuk menghitung kendaraan yang melintas dalam razia kejahatan jalanan.
Targetnya jelas: begal, maling, sampai pelaku kejahatan jalanan lainnya. Tapi namanya razia, kadang bonusnya datang tanpa diundang.
Selasa (28/7/2026) dini hari, petugas Polsek Metro Tamansari menghentikan dua pria yang berboncengan sepeda motor di Jalan Pangeran Jayakarta, Pinangsia. Awalnya mungkin hanya pemeriksaan biasa. Namun, setelah digeledah, salah satu pria berinisial TA ternyata menyimpan satu paket kecil yang diduga berisi tembakau sintetis atau yang lebih dikenal dengan sebutan “sinte”.
Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, menjelaskan bahwa temuan itu berawal dari operasi rutin yang memang menyasar pelaku kejahatan jalanan sekaligus penyalahgunaan narkotika. Kecurigaan petugas ternyata tidak meleset. Dari saku celana TA, ditemukan paket kecil yang diduga berisi tembakau gorila.
Kepada polisi, TA mengaku barang tersebut dibeli secara tunai seharga Rp50.000 dari seseorang berinisial D yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Alasannya pun klasik: untuk dipakai sendiri. Kalimat yang mungkin sudah cukup akrab di telinga penyidik.
Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa satu plastik klip berisi tembakau sintetis dengan berat bruto 0,36 gram, satu unit telepon seluler, serta sepeda motor yang digunakan saat diamankan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa razia dini hari bukan sekadar formalitas atau kegiatan keliling mencari pelanggar lalu lintas. Kadang, orang yang merasa perjalanan malamnya akan berjalan mulus justru pulang dengan status berbeda.
Kini, TA harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Pelajarannya sederhana: kalau polisi sedang razia, jangan berharap malam itu hanya berakhir dengan pertanyaan, “Surat-suratnya, Pak.” Bisa jadi, yang diperiksa bukan cuma SIM dan STNK, tapi juga isi saku.(***)







