Bapenda Medan UPT V Datang Mengingatkan, Karena PBB Tak Bisa Dibayar dengan Alasan
Medan – Ada banyak hal yang bisa ditunda. Rapat bisa dijadwal ulang, olahraga bisa dimulai hari Senin depan, bahkan janji diet pun sering kali mundur entah sampai kapan. Tapi untuk urusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bapenda Kota Medan berharap ceritanya berbeda.
Karena itulah, Selasa (2/6), Kepala UPT Wilayah V Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Rizky Akbar Harahap, turun langsung memberikan himbauan percepatan pembayaran PBB kepada para wajib pajak di wilayah kerjanya.
Sasarannya bukan sembarang tempat. Dua lokasi di kawasan Komplek Citra Garden, Jalan Jamin Ginting, yakni Sampoerna Academy dan Kolam Renang Citra Garden, menjadi tujuan kunjungan. Bukan untuk menikmati suasana sekolah atau berenang, melainkan mengingatkan bahwa kewajiban membayar PBB juga harus masuk dalam daftar prioritas.
Bapenda UPT V tampaknya memilih cara yang lebih persuasif. Daripada hanya mengirim surat yang kadang berakhir menjadi penghuni tetap meja administrasi, petugas datang langsung, berdialog, sekaligus menjelaskan mengapa pembayaran PBB tepat waktu memiliki arti penting bagi pembangunan Kota Medan.
Satire kecilnya begini. Bangunan boleh berdiri megah, halaman boleh tertata rapi, bahkan kolam renang boleh sebening kristal. Tetapi kalau urusan PBB masih mengambang, tentu ada pekerjaan rumah yang belum selesai.
Dalam kesempatan itu, M. Rizky Akbar Harahap juga mengingatkan agar penanggung jawab objek pajak segera melunasi kewajibannya sesuai ketentuan. Apalagi sekarang pilihan pembayaran sudah semakin mudah. Kanal pembayaran tersedia di berbagai platform, sehingga alasan “belum sempat” semakin sulit dipertahankan.
Bagi Bapenda Kota Medan, kegiatan seperti ini bukan sekadar mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang lebih penting adalah membangun budaya taat pajak, di mana setiap wajib pajak memahami bahwa kontribusi mereka akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
Kabar baiknya, himbauan tersebut mendapat respons positif dari pengelola kedua lokasi. Artinya, komunikasi langsung masih menjadi cara yang efektif untuk membangun kesadaran bahwa membayar pajak bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga ikut menjaga roda pembangunan tetap berputar.
Karena pada akhirnya, PBB bukan sekadar angka di lembar tagihan. Ia adalah salah satu bahan bakar pembangunan Kota Medan. Dan Bapenda UPT V memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahan bakar itu tidak habis hanya karena kewajiban yang terus ditunda.(***)







