Dari Berbakti kepada Orang Tua hingga Undangan Haji Kerajaan Saudi, Kisah Alwi Fahry
JAKARTA — Di balik undangan menunaikan ibadah haji langsung dari Kerajaan Arab Saudi, terselip perjalanan panjang yang diyakini Alwi Fahry sebagai rangkaian ikhtiar, doa dan kebaikan.
Selebgram sekaligus kreator TikTok itu membagikan kisah hidupnya di hadapan para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Daarul Mansur dan jamaah Kajian Cahaya Surat Waqiah (CSW), Ahad (20/9).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wirda Mansur dan ayahnya, KH Yusuf Mansur.
Di hadapan para santri dan jamaah, Alwi mengajak generasi muda untuk tidak takut memiliki mimpi besar. Menurutnya, cita-cita harus dibarengi keyakinan kepada Allah.
“Jangan pernah takut untuk berharap dan bermimpi, ada Allah,” kata Alwi.
Bagi Alwi, keyakinan tersebut bukan hanya soal berani bermimpi, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk memperlakukan kedua orang tua.
Ia mengatakan, berbakti kepada orang tua tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang mahal atau bernilai materi.
Mendengarkan keluhan orang tua, menemani mereka, hingga memijat ketika sedang lelah, menurut Alwi, merupakan bentuk perhatian sederhana yang tetap memiliki nilai kebaikan.
“Nyenengin orang tua gak mesti dengan materi. Kita dengerin keluhannya setiap hari, mijetin mereka kalau lagi capek aja itu insyaAllah jadi pahala,” tuturnya.
Memberangkatkan 21 Anggota Keluarga
Kecintaan Alwi kepada keluarga juga diwujudkan dengan memberangkatkan sekitar 21 anggota keluarganya untuk menunaikan ibadah umrah.
Sang ibu turut mendampingi perjalanan tersebut dan menyaksikan bagaimana Alwi berusaha menghadirkan kebahagiaan bagi keluarganya.
“Alwi berangkatin sekitar 21 orang keluarga untuk pergi Umrah,” ujar sang ibu.
Namun, cerita tersebut ternyata tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana.
Ketika anggota keluarganya berangkat ke Tanah Suci, Alwi justru harus menghadapi ujian. Ia sakit sehingga tidak dapat ikut dalam perjalanan umrah tersebut.
Kesempatan yang semula diharapkan bisa dinikmati bersama keluarga akhirnya harus ditunda.
Tetapi dari penundaan itulah kemudian muncul cerita yang tidak disangka-sangka.
Dari Sakit, Datang Undangan Haji
Beberapa waktu setelah gagal berangkat umrah bersama keluarga, Alwi mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji pada 2026 melalui undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi.
Ia mengaku terkejut ketika mengetahui kesempatan tersebut.
Bahkan, perjalanan haji itu diberikan dengan fasilitas penerbangan kelas satu menggunakan Emirates dan Qatar Airways.
“Kaget, gak nyangka, langsung sujud syukur pas Kak Wirda nawarin buat haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi. MasyaAllah Tabarakallah,” ucap Alwi.
Bagi Alwi, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai jadwal yang dibuat manusia.
Ada kalanya sesuatu yang sudah direncanakan harus tertunda. Ada pula kesempatan yang justru datang melalui jalan yang sama sekali tidak diduga.
Kalau manusia memiliki kalender dan jadwal, Tuhan tentu tidak wajib mengikuti agenda tersebut.
Karena itu, Alwi mengajak para santri dan jamaah untuk terus berikhtiar, menjaga kebaikan serta tidak berhenti berprasangka baik kepada Allah.
Menurutnya, berbakti kepada orang tua, berbagi dengan keluarga dan berani memiliki cita-cita merupakan bagian dari proses yang harus terus dijalani.
Kisah tersebut juga menjadi pesan bahwa kebaikan tidak selalu menghadirkan balasan secara instan.
Apa yang terlihat sebagai penundaan bisa saja menjadi bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang lebih besar.
Pada akhirnya, manusia memiliki tugas untuk berusaha dan berdoa. Soal kapan dan melalui jalan mana sebuah doa menemukan jawabannya, itu bukan lagi wilayah manusia.
Manusia boleh menyusun rencana perjalanan. Tetapi, menurut Alwi, Allah yang menentukan kapan waktunya berangkat dan ke mana jalan terbaiknya.(***)






