matabangsa.com-Simalungun: Persaingan ketat mewarnai hari pertama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sumatera Utara Rally 2026 yang berlangsung di kawasan perkebunan teh PTPN IV Regional II Tobasari, Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2026).
Sebanyak 45 pereli sebelumnya dilepas dalam seremoni Ceremonial Start di Lapangan H. Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Jumat (7/8/2026) sore. Mereka kemudian bertarung di lintasan rally yang berjarak sekitar 155 kilometer dari Kota Medan.
Lintasan yang relatif sempit dengan karakteristik topografi datar dan bergelombang, variasi tikungan ekstrem serta permukaan tanah yang keras menjadi tantangan bagi para pereli. Kondisi tersebut menuntut perpaduan ketangguhan kendaraan, keterampilan mengemudi dan ketahanan fisik sepanjang perlombaan.
Pada Leg-1 yang dimulai pukul 08.32 WIB, Sabtu, perlombaan dibuka dengan Special Stage (SS) 1 Bah Butong dan berakhir di SS 6 Tobasari-2 pada pukul 15.05 WIB. Enam SS tersebut memiliki total panjang 83, 66 kilometer dengan jarak tempuh keseluruhan mencapai 115, 56 kilometer.
Dari 43 peserta yang mengawali perlombaan di SS 1, hanya 30 pereli yang mampu bertahan hingga akhir Leg-1. SS 2 Tobasari B menjadi lintasan paling banyak menghentikan peserta, dengan tujuh pereli gagal menyelesaikan etape tersebut.
Karakter lintasan SS 2 yang kompleks dan tricky, ditambah variasi gelombang permukaan serta tikungan-tikungan pendek dan melengkung, membuat para pereli harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menjaga laju kendaraan sekaligus menghindari kesalahan.
Pereli Ryan Nirwan bersama navigator Adi Indiarto kembali menunjukkan dominasinya. Mengendarai Toyota GR Yaris Rally2 bernomor kendaraan 1 dari TOYOTA GAZOO RACING INDONESIA, Ryan mencatatkan waktu tercepat dengan total waktu 1 jam 08 menit 06, 3 detik.
Hasil tersebut membuat Ryan Nirwan kembali memimpin perlombaan, sekaligus mengulang pencapaian tahun lalu ketika dirinya juga berada di posisi pertama.
Sementara itu, pereli tuan rumah Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck bersama navigator Hervian Soejono juga mengulang hasil tahun sebelumnya dengan menempati posisi kedua.
Musa Rajekshah/Hervian Soejono yang memperkuat BLA BLA BLA MOTORSPORT mengandalkan Skoda Fabia RS Rally2 dan membukukan waktu 1 jam 09 menit 39, 2 detik, atau terpaut 1 menit 32, 9 detik dari Ryan Nirwan.
Posisi ketiga overall ditempati M. Kholilul Rahman/Tri Arjuna dari tim MAB HRVRT. Dengan Ford Fiesta Rally3, keduanya mencatatkan waktu 1 jam 15 menit 36, 5 detik.
Urutan tiga besar tersebut sekaligus menjadi posisi para pereli pada klasemen FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3.
Sementara pereli asal India, Jeet Jhabakh/Musa Sherif, yang mengendarai Ford Fiesta Rally4, berada di posisi overall ke-11 dan posisi kelima FIA APRC dengan catatan waktu 1 jam 19 menit 14, 8 detik.
Adapun pasangan Edgar Lopez/Fatima Teijeiro dari tim Scratch Fene asal Spanyol menempati posisi overall ke-13 sekaligus posisi keenam APRC. Keduanya mencatatkan waktu 1 jam 20 menit 57, 4 detik dengan kendaraan Proton Satria Neo.
Persaingan masih akan berlanjut pada Leg-2, Minggu (9/8/2026), yang kembali menyajikan enam Special Stage dengan format lintasan reverse.
SS 7 Tobasari A-1 Reverse sepanjang 18, 27 kilometer dijadwalkan menjadi SS pembuka Leg-2 dengan first car due pukul 07.28 WIB. Selanjutnya SS 8 Tobasari B-1 Reverse sepanjang 15, 15 kilometer pada pukul 08.09 WIB, disusul SS 9 Bah Birong-1 Reverse sepanjang 8, 73 kilometer pada pukul 08.57 WIB.
Rangkaian lomba kemudian dilanjutkan dengan SS 10 Tobasari A-2 Reverse sepanjang 18, 27 kilometer pada pukul 11.10 WIB, SS 11 Tobasari B-2 Reverse sepanjang 15, 15 kilometer pada pukul 11.51 WIB, dan ditutup SS 12 Bah Birong-2 Reverse sepanjang 8, 73 kilometer pada pukul 12.39 WIB.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, acara Ceremonial Finish sekaligus pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pukul 15.45 WIB di Lapangan Sarimatondang, Sidamanik.
Dengan selisih waktu yang masih terbuka dan enam SS tersisa, persaingan antara Ryan Nirwan dan Musa Rajekshah dipastikan masih menjadi perhatian utama pada Leg-2.
Keduanya kembali menunjukkan pertarungan ketangguhan mobil, kemampuan mengendalikan kendaraan di lintasan ekstrem, serta stamina untuk mempertahankan posisi hingga garis finis.(***)







