Wamenperin Faisol Riza Sambangi Booth GAC Indonesia di GIIAS Surabaya 2026, Dorong Perkembangan Kendaraan Listrik
Surabaya — Dunia otomotif Indonesia sedang memasuki fase ketika suara mesin makin pelan, tetapi urusan teknologi justru semakin ramai. Di tengah geliat GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, menyambangi booth GAC Indonesia di Hall 1, Booth S1, Grand City Convex, Surabaya.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam perhelatan otomotif Jawa Timur, terutama karena kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar pajangan futuristis yang hanya menarik untuk difoto. Mobil listrik perlahan sudah menjadi pilihan mobilitas yang benar-benar diperhitungkan konsumen.
Di booth GAC Indonesia, Faisol Riza, Rabu 26 Agustus 2026, meninjau langsung sejumlah kendaraan elektrifikasi yang ditampilkan, antara lain AION UT, AION V, dan HYPTEC HT. Ketiganya menawarkan karakter berbeda, mulai dari kendaraan listrik untuk kebutuhan mobilitas perkotaan hingga SUV listrik dengan pendekatan teknologi dan kenyamanan yang lebih premium.
Dari Suara Knalpot ke Suara Inverter
Perkembangan kendaraan listrik memang membuat wajah industri otomotif berubah cukup drastis. Kalau dulu perhatian pengunjung pameran banyak tertuju pada kapasitas mesin, tenaga kuda, dan suara knalpot, kini pembicaraan mulai bergeser ke baterai, jarak tempuh, sistem bantuan pengemudi, konektivitas hingga ekosistem pengisian daya.
Singkatnya, zaman berubah. Yang dulu sibuk menghitung berapa liter bensin yang habis, sekarang mulai menghitung berapa kilometer bisa ditempuh dalam sekali pengisian.
Kehadiran AION UT, AION V dan HYPTEC HT di GIIAS Surabaya 2026 menunjukkan bagaimana GAC Indonesia mencoba memperluas pilihan kendaraan listrik bagi konsumen. Teknologi, desain, kenyamanan serta fitur menjadi bagian dari strategi untuk membuat kendaraan elektrifikasi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dan tentu saja, mobil listrik tidak cukup hanya pintar di brosur. Konsumen juga ingin tahu satu hal sederhana: enak dipakai atau tidak?
Pertanyaan yang sangat manusiawi, sebab secanggih apa pun teknologi kendaraan, pada akhirnya mobil tetap harus nyaman digunakan untuk pergi bekerja, mengantar keluarga, berbelanja, atau menghadapi kemacetan kota.
Surabaya Jadi Panggung Penting Elektrifikasi
Surabaya bukan sekadar lokasi penyelenggaraan GIIAS. Sebagai salah satu pusat ekonomi dan otomotif terbesar di Indonesia bagian timur, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi.
Karena itu, kehadiran GAC Indonesia di GIIAS Surabaya menjadi momentum untuk memperkenalkan teknologi kendaraan listrik kepada masyarakat secara lebih langsung.
Pengunjung tidak hanya melihat mobil dari layar promosi, tetapi dapat datang ke booth, melihat desainnya dari dekat, memperhatikan kabin, fitur, hingga mendapatkan informasi mengenai teknologi dan program yang ditawarkan.
Di sinilah pameran otomotif masih punya peran penting. Sebab membeli mobil bukan seperti membeli mi instan yang cukup membaca tulisan “rasa ayam” lalu langsung percaya.
Konsumen ingin melihat, menyentuh, duduk, mencoba dan membandingkan.
“Driven by You and 30 Million Journeys Forward”
GAC Indonesia membawa semangat “Driven by You and 30 Million Journeys Forward” dalam kehadirannya di GIIAS Surabaya 2026.
Pesan tersebut merefleksikan perjalanan GAC yang disebut telah melayani 30 juta pemilik kendaraan secara global sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus membangun perjalanan bersama konsumen di Indonesia.
Bagi pasar Indonesia, tantangannya tentu bukan hanya menjual kendaraan listrik. Industri juga dituntut membangun kepercayaan konsumen terhadap ekosistem elektrifikasi secara keseluruhan.
Mulai dari jaringan layanan, ketersediaan suku cadang, dukungan purnajual, infrastruktur pengisian daya hingga kemampuan kendaraan menghadapi karakter lalu lintas dan kondisi jalan Indonesia.
Sebab konsumen Indonesia boleh saja tertarik dengan mobil yang bisa melaju tanpa suara mesin. Tetapi ketika mobil membutuhkan layanan, mereka tetap ingin ada manusia yang bisa menjawab telepon.
Elektrifikasi Bukan Lagi Sekadar Tren
Kunjungan Wamenperin Faisol Riza ke booth GAC Indonesia juga menjadi gambaran semakin kuatnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan kendaraan listrik dan industri elektrifikasi nasional.
Pertumbuhan kendaraan listrik membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Produsen kendaraan, pemasok komponen, pengembang baterai, penyedia infrastruktur pengisian daya, pemerintah dan konsumen harus bergerak dalam ekosistem yang sama.
Di titik inilah industri otomotif memasuki babak baru.
Mobil bukan lagi sekadar produk mekanis yang terdiri dari mesin, transmisi dan roda. Kendaraan modern semakin menyerupai perangkat teknologi berjalan—lengkap dengan perangkat lunak, sensor, baterai dan berbagai sistem elektronik.
Bedanya, perangkat ini bisa ikut macet di jalan.
GAC Perluas Pilihan Konsumen
Melalui partisipasinya di GIIAS Surabaya 2026, GAC Indonesia ingin memperkuat kedekatan dengan konsumen Jawa Timur sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi kendaraan listrik secara lebih luas.
AION UT, AION V dan HYPTEC HT menjadi representasi pilihan yang ditawarkan GAC Indonesia untuk berbagai kebutuhan konsumen.
Kehadiran tersebut juga memperlihatkan bahwa persaingan kendaraan listrik di Indonesia semakin menarik. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dan produsen dituntut tidak sekadar menawarkan teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman kepemilikan yang masuk akal.
Pada akhirnya, pasar yang akan menentukan.
Kalau dahulu konsumen bertanya, “berapa cc?”, sekarang pertanyaannya bisa berubah menjadi, “sekali charge bisa berapa jauh?”
Dan kalau dulu suara mesin menjadi kebanggaan, mungkin ke depan ketenangan kabin justru menjadi kemewahan baru.
Datang, Lihat, dan Nilai Sendiri
Bagi pengunjung GIIAS Surabaya 2026, booth GAC Indonesia di Hall 1, Booth S1, Grand City Convex menjadi salah satu titik yang dapat dikunjungi untuk melihat langsung AION UT, AION V dan HYPTEC HT.
Berbagai informasi mengenai kendaraan, teknologi, program dan penawaran selama pameran juga dapat diperoleh langsung dari tim GAC Indonesia.
Satu hal yang jelas, perjalanan menuju era elektrifikasi sudah berjalan.
Mesinnya mungkin semakin senyap, tetapi persaingan industri otomotif justru semakin bising.
Dan bagi konsumen, itu kabar baik.
Sebab semakin banyak pilihan, semakin sulit produsen sekadar menjual mimpi. Mobilnya harus benar-benar bisa membuktikan diri ketika sudah keluar dari booth dan bertemu jalanan.(***)






