Kisah Letjen Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar, Rico Waas Siap Dukung Promosi hingga Nobar

Kisah Letjen Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar, Rico Waas Siap Dukung Promosi hingga Nobar

MEDAN – Sejarah terkadang hanya tinggal nama di buku, nama jalan, atau sebuah monumen. Namun kali ini, kisah perjuangan Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamin Ginting akan dibawa ke tempat yang lebih populer: layar bioskop.

Film nasional berjudul “Djamin Setia Selamanya” dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 1 Oktober 2026. Film tersebut mengangkat perjalanan hidup dan perjuangan Djamin Ginting, salah satu pahlawan nasional yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan dan Tanah Karo.

Rencana penayangan film tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Dukungan itu disampaikan Rico saat menerima audiensi Ketua Umum Dewan Pembina Yayasan Pahlawan Nasional Riahna Djamin Ginting di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026).

“Kami siap mempromosikan film ini karena kisah perjuangan Letjen Djamin Ginting juga erat kaitannya dengan Kota Medan,” ujar Rico, didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas.

Bagi Rico, film tersebut bukan sekadar tontonan sejarah. Kehadiran kisah seorang pahlawan nasional di layar lebar dinilai dapat menjadi cara yang lebih dekat untuk mengenalkan perjalanan sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Apalagi, sejarah sering kali kalah bersaing dengan algoritma media sosial. Nama tokoh sejarah bisa saja kalah cepat muncul dibanding tren terbaru yang umurnya bahkan belum tentu lebih panjang dari masa tayang sebuah film.

Karena itu, membawa kisah Djamin Ginting ke bioskop dinilai menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali sosok tersebut kepada publik.

Rico menilai karya sinematik itu berpotensi menjadi tontonan monumental karena tidak hanya mengangkat sosok pahlawan nasional, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai perjuangan, pengabdian dan perjalanan hidup seorang tokoh bangsa.

“Kami berencana akan menggelar nonton bareng bersama masyarakat,” tambah Rico.

Jika rencana tersebut terealisasi, masyarakat Kota Medan tidak hanya mendapatkan hiburan di layar lebar, tetapi juga kesempatan mengenal lebih dekat sosok Djamin Ginting melalui bahasa film.

Sementara itu, Riahna Djamin Ginting menyampaikan bahwa proses produksi film tersebut telah melalui rangkaian syuting yang cukup panjang.

Ia mengatakan film yang mengisahkan perjuangan Letjen Djamin Ginting tersebut siap ditayangkan di jaringan bioskop XXI dan Cinepolis mulai 1 Oktober 2026.

“Setelah melakukan proses syuting yang cukup panjang, akhirnya film mengisahkan perjuangan pahlawan nasional Letjen Djamin Ginting siap tayang pada 1 Oktober 2026 di Bioskop 21 dan Cinepolis,” ujarnya.

Selain membicarakan rencana pemutaran film, audiensi tersebut juga membahas agenda budaya yang akan melibatkan Wali Kota Medan dan istrinya.

Riahna menyampaikan rencana penabalan marga kepada Rico Waas dan Airin Rico Waas pada Oktober 2026.

Dalam prosesi adat tersebut, Rico Waas akan ditabalkan marga Ginting Suka, sedangkan Airin Rico Waas akan ditabalkan marga Sembiring Pelawi.

“Rangkaian prosesi adat tersebut nantinya akan dilakukan oleh empat raja yang ada di Kota Medan,” kata Riahna.

Agenda tersebut menjadi bagian lain dari upaya menjaga hubungan antara pemerintah daerah dengan nilai-nilai budaya masyarakat Karo yang telah menjadi bagian dari warna sosial Kota Medan.

Dalam audiensi tersebut, Riahna Djamin Ginting turut didampingi Oddie Octaviadi, Roy Fachraby Ginting, Roma Elisya Sebayang, dan Edison Ginting.

Rombongan juga menyerahkan cenderamata berupa kain bakabuluh serta alat musik tradisional Karo kulcapi kepada Wali Kota Medan.

Dukungan Pemko Medan terhadap film “Djamin Setia Selamanya” pada akhirnya bukan hanya soal mengajak masyarakat datang ke bioskop.

Lebih jauh, ada pesan tentang bagaimana sejarah perlu terus diperkenalkan dengan cara yang sesuai dengan zamannya.

Sebab mengenang pahlawan tidak harus selalu dengan upacara dan pidato panjang.

Sesekali, sejarah juga boleh hadir dengan layar besar, kursi bioskop, popcorn, dan cerita yang membuat generasi muda bertanya, “Siapa sebenarnya Djamin Ginting?”

Dan kalau setelah film selesai mereka kemudian mencari tahu lebih jauh tentang perjuangannya, barangkali di situlah sebuah film sejarah benar-benar mulai bekerja.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *