Air Limbah SPPG di Nagori Senio Disalurkan ke Parit Tebarkan Aroma Busuk
Simalungun – Pembuangan air limbah berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun menebarkan aroma busuk.
Informasi dihimpun, aroma busuk yang berasal dari SPPG milik pejabat Pemkab Simalungun itu telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Masyarakat sekitar menilai, dampak pembuangan air limbah ke saluran drainase (parit) mengganggu penciuman warga,
“Beberapa bulan terakhir ini semakin terasa aroma busuk dari SPPG milik pejabat Pemkab simalungun itu. Dampaknya, kami tidak nyaman bernafas lantaran aroma busuk,” ungkap warga sekitar mengaku bernama Siti, Senin (14/09/2026) jam 15.00 WIB.
Pantauan di sekitar bangunan SPPG, terlihat dari bawah tembok setinggi lebih kurang tiga meter, mengeluarkan air berbusa bercampur aroma busuk. Sepatutnya, air berbusa yang berasal dari dapur SPPG itu tidak disalurkan ke parit.
Gegara air berbusa mengeluarkan aroma busuk itu, sebulan lalu warga pernah melakukan aksi protes. Awalnya, ditanggapi pihak menajemen SPPG, namun, dua pekan terakhir, penciuman warga kembali terganggu.
Jika kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, dipastikan lingkungan sekitar SPPG dinilai tidak bersih dan dapat memengaruhi kesehatan tubuh,
“Tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan ringan hingga serius,” cetus warga lainnya tidak mau nama atau inisialnya dituliskan dalam berita.
Terkait aroma busuk berasal dari SPPG milik yayasan Garuda Harapan Baru, Pangulu Nagori Senio, Abdul Halim Damanik belum dapat dikonfirmasi.
Demikian pengurus yayasan Garuda Harapan Baru juga tidak mau dikonfirmasi. Seorang security mengatakan, tak satupun pengurus mau memberikan keterangan,
“Bentar ya bang, kutanya dulu ahli gizi. Kalau pemilik yayasan tidak kenal. Bentar ya bang,” jawab pria berpakaian security.
Setengah jam berlalu, pria kekar berpakaian security dan ahli gizi tidak kunjung hadir memberikan keterangan. (JT)





