Bukan Cuma Jaga Perbatasan, Yonarmed 12 Kostrad Ikut Angkat Tanah Bangun Rumah Warga
BELU — Menjaga perbatasan negara memang identik dengan senjata, patroli, dan kewaspadaan. Namun bagi prajurit Yonarmed 12 Kostrad yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL, pengabdian rupanya tidak selalu harus diukur dari seberapa jauh langkah patroli atau seberapa lama berjaga.
Kadang, bentuk pengabdian cukup sederhana: mengangkat tanah bersama warga.
Itulah yang dilakukan personel Pos Lakmars Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad saat melaksanakan karya bakti bersama masyarakat di Dusun Geleba, Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Selasa (15/9/2026).
Kali ini, senjata bukan menjadi peralatan utama. Personel Pos Lakmars turun tangan membantu penimbunan tanah untuk pembangunan rumah milik Oni Mali.
Prajurit dan warga bahu-membahu mengerjakan penimbunan tanah. Tidak ada panggung, tidak ada seremoni panjang. Yang ada hanya pekerjaan fisik yang cukup menguras tenaga dan semangat gotong royong yang memang sejak dulu menjadi salah satu kekuatan masyarakat Indonesia.
Di lapangan, batas antara prajurit dan warga pun menjadi tipis. Kalau biasanya prajurit sibuk dengan perlengkapan tempur, kali ini yang lebih sering bekerja adalah tenaga dan cangkul.
Menjaga Perbatasan, Sekaligus Menjaga Kebersamaan
Danpos Lakmars Serka Zulfikri mengatakan kegiatan karya bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian Satgas terhadap masyarakat di wilayah binaan.
Menurutnya, pekerjaan sederhana tetap bisa memberikan manfaat besar apabila dilakukan bersama.
“Kegiatan yang sederhana sekalipun dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Melalui gotong royong, kami ingin terus mempererat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mungkin terdengar sederhana. Tetapi di wilayah perbatasan, kedekatan prajurit dengan masyarakat memang bukan sekadar urusan seremonial.
Warga adalah mata dan telinga yang hidup berdampingan dengan prajurit. Sebaliknya, kehadiran prajurit tidak hanya dibutuhkan ketika ada persoalan keamanan. Ketika rumah warga perlu dibangun, tanah perlu ditimbun, atau pekerjaan berat membutuhkan tambahan tenaga, prajurit pun bisa ikut turun tangan.
Untuk urusan seperti ini, tidak perlu rapat berjam-jam. Tidak perlu membuat spanduk terlalu besar. Cukup datang, bekerja, lalu pulang dengan keringat.
Rumah Berdiri, Hubungan Ikut Menguat
Oni Mali menyampaikan terima kasih kepada personel Pos Lakmars yang telah membantu proses pembangunan rumahnya.
Bantuan tersebut memang terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sedang membangun rumah, tambahan tenaga berarti pekerjaan menjadi lebih ringan dan proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
Di perbatasan, hal-hal kecil semacam ini justru memiliki arti penting. Sebab, kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak selalu lahir dari pidato atau seremoni resmi.
Kadang ia lahir dari tanah yang dipikul bersama.
Bagi Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, menjaga wilayah perbatasan berarti bukan hanya memastikan garis batas negara tetap aman. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat yang hidup di sekitar garis tersebut juga menjadi bagian dari tugas sosial prajurit.
Dan untuk sementara, musuh yang dihadapi personel Pos Lakmars bukan penyusup perbatasan, melainkan tanah yang harus segera ditimbun.
Bedanya, yang satu membutuhkan kewaspadaan. Yang satu lagi membutuhkan tenaga.
Keduanya sama-sama perlu dikerjakan dengan serius.(***)






