Buka Masa Ta’aruf Kolosal UMSU, Wagub Sumut: Jangan Kuliah Hanya untuk Mengejar Gelar

Buka Masa Ta’aruf Kolosal UMSU, Wagub Sumut: Jangan Kuliah Hanya untuk Mengejar Gelar

MEDAN – Kuliah jangan sampai hanya menjadi perjalanan panjang dari ruang kelas menuju selembar ijazah. Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya kepada 6.027 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Surya menegaskan, pendidikan tinggi seharusnya tidak berhenti pada urusan mengejar nilai, menyelesaikan skripsi, lalu mengejar gelar. Mahasiswa juga perlu membangun pengalaman, kepedulian sosial, tanggung jawab, prestasi dan jiwa kepemimpinan.

Pesan tersebut disampaikan Surya saat membuka Masa Ta’aruf Kolosal UMSU 2026 di Kampus UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (30/9/2026).

“Manfaatkan masa ini sebaik-baiknya, jangan cuma ke kampus, dapat gelar, dapat ilmu saja, kita juga harus mendapat pengalaman, nilai-nilai sosial, bertindak dan bertanggung jawab, bangun juga prestasi dan kepedulian sesama,” ujar Surya.

Menurutnya, masa ta’aruf bukan sekadar agenda seremonial untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Momentum tersebut harus menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal dunia akademik sekaligus membentuk karakter dan mengembangkan potensi diri.

Sebab, ijazah memang penting. Tetapi setelah wisuda, dunia tidak lantas bertanya berapa banyak halaman skripsi yang pernah ditulis. Dunia kerja dan masyarakat akan menguji bagaimana ilmu tersebut digunakan.

IMM Jadi Ruang Belajar Kepemimpinan

Surya mengatakan pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan dapat dilakukan melalui aktivitas organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, organisasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar bekerja sama, menyampaikan gagasan, mengambil tanggung jawab, menyelesaikan persoalan hingga melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu wadah tersebut adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

“IMM akan menjadi perjalanan panjang generasi muda UMSU untuk memperkuat keislaman dan pengabdian, ini sangat relevan untuk pembangunan Sumut dan juga Indonesia, bukan hanya cerdas akademik, tetapi kalian juga akan unggul di sosial, lebih berani, bertanggung jawab dan inovatif,” katanya.

Surya berharap mahasiswa baru tidak melewatkan kesempatan selama berada di bangku kuliah untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas pengalaman.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Artinya, kampus tidak seharusnya hanya menjadi tempat berburu SKS. Kampus juga menjadi tempat belajar menjadi manusia yang mampu hidup bersama orang lain.

6.027 Maba Didorong Jadi Kader Umat dan Bangsa

Sementara itu, Rektor UMSU Akrim menyampaikan harapan besar kepada 6.027 mahasiswa baru yang mengikuti Masa Ta’aruf Kolosal UMSU 2026.

Ia berharap mahasiswa dapat berkembang menjadi kader umat, kader bangsa sekaligus kader persyarikatan, serta mengambil bagian dalam pembangunan Sumatera Utara.

“Kami sangat berharap kader IMM bisa menjadi kader umat, kader bangsa dan perserikatan dan ikut membangun Sumatera Utara, memberikan kontribusinya kepada masyarakat kita,” ujar Akrim.

Menurutnya, mahasiswa baru merupakan bagian dari generasi yang nantinya akan mengisi berbagai ruang kehidupan masyarakat. Karena itu, proses pendidikan di UMSU diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.

Kuliah Bukan Sekadar Soal Gelar

Pesan yang disampaikan dalam Masa Ta’aruf Kolosal UMSU tersebut pada akhirnya kembali pada satu hal: pendidikan tinggi harus menghasilkan manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan, bukan sekadar lebih siap mencetak tanda tangan di ijazah.

Mahasiswa dituntut menguasai ilmu, tetapi juga berani mengambil peran, mampu bekerja sama, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

Karena kalau kuliah hanya untuk mendapatkan gelar, sebenarnya cukup sederhana: datang, duduk, belajar, ujian, wisuda.

Namun kalau kuliah juga untuk mempersiapkan masa depan, perjalanan itu tentu membutuhkan lebih banyak hal—pengalaman, organisasi, pengabdian, kegagalan, keberanian mencoba dan tentu saja kemauan untuk terus belajar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW Muhammadiyah Sumut Hasyimsyah Nasution, jajaran pimpinan UMSU, sejumlah OPD terkait Pemprov Sumut, Ketua IMM Sumut Rahmat Taufiq Pardede, Ketua IMM Medan Rais Prayogo, akademisi serta sejumlah tokoh pemuda lainnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *