BNN Sumut Ajak Pelajar Muhammadiyah 60 Medan Jadi Agen Anti Narkoba
MEDAN — Narkoba tidak selalu datang dengan wajah menyeramkan. Kadang ia datang melalui ajakan teman, rasa penasaran, atau kalimat sederhana: “Coba saja, sekali tidak apa-apa.” Justru kalimat seperti inilah yang perlu diwaspadai para pelajar.
Pesan tersebut disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara saat melaksanakan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam rangka pembinaan upacara di SMP Swasta Muhammadiyah 60 Medan Jl. Garuda Raya No.1, Tegal Sari Mandala II, Kec. Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara 20224, Senin (28/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wildan Fahriza, S.Kom., M.H., hadir sebagai narasumber dan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya membangun ketahanan diri sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, ketahanan diri dapat dibangun melalui tiga kemampuan utama, yakni self regulation, asertif, dan reaching out.
Self regulation berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri dan mengelola emosi maupun perilaku. Sementara kemampuan asertif membantu pelajar berani mengatakan “tidak” terhadap ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri.
Adapun reaching out menekankan keberanian untuk mencari bantuan dan dukungan ketika menghadapi persoalan, tekanan, maupun situasi yang sulit.
Pesan ini penting karena ancaman narkoba tidak mengenal seragam sekolah. Ketika seseorang mulai kehilangan kemampuan mengendalikan diri, ajakan yang awalnya dianggap sekadar coba-coba bisa berubah menjadi persoalan panjang.
Narkoba Bukan Jalan Pintas
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kehidupan seseorang.
Narkoba tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, tetapi juga dapat merusak fungsi otak, memengaruhi kondisi mental, mengganggu pendidikan dan pada akhirnya menghancurkan masa depan.
Dengan kata lain, narkoba tidak pernah menawarkan “jalan pintas” menuju keberhasilan. Yang ditawarkan justru jalan panjang menuju masalah.
Karena itu, para pelajar didorong untuk memiliki keberanian menjaga diri sekaligus mengingatkan teman di lingkungan sekolah.
BNN Sumut berharap para peserta tidak berhenti menjadi pendengar dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Mereka diharapkan mampu menjadi Agen Anti Narkoba di lingkungan sekolah dan ikut menciptakan budaya sekolah yang sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Jika mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba, para pelajar juga diingatkan agar tidak takut untuk menyampaikan informasi kepada guru maupun orang tua.
Langkah melapor bukan berarti menjadi “tukang mengadu”, tetapi merupakan bentuk kepedulian untuk mencegah masalah berkembang lebih jauh.
Perkuat Sinergi BNN dan Sekolah
Kegiatan sosialisasi P4GN tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BNN dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman dan bersih dari narkoba.
Edukasi kepada pelajar dinilai penting karena pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang sudah terjerumus. Benteng pertama justru harus dibangun sejak dini melalui pengetahuan, keberanian mengambil keputusan dan kemampuan menolak pengaruh negatif.
Melalui kegiatan tersebut, BNN Sumut mendorong para pelajar SMP Muhammadiyah 60 Medan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat menghadapi berbagai tekanan dan godaan di lingkungan pergaulan.
Sebab, melawan narkoba bukan hanya tugas aparat. Kadang benteng pertama justru dimulai dari satu kata sederhana dari seorang pelajar: “Tidak, saya tidak mau.”(***)






