Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Jangan Sampai Megah di Foto, Masih Berbenah di Lapangan

Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Jangan Sampai Megah di Foto, Masih Berbenah di Lapangan

MEDAN – Stadion Teladan kembali menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Di tengah kejar tayang penyelesaian pembangunan, masih ditemukan sejumlah bagian yang perlu dibenahi, mulai dari fasad, tangga hingga akses menuju tribun.

Rico Waas meninjau langsung pembangunan stadion tersebut, Kamis (8/10/2026). Peninjauan dilakukan bukan sekadar untuk melihat sejauh mana pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan stadion yang nantinya menjadi salah satu ikon olahraga Kota Medan itu benar-benar aman dan nyaman sebelum diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan.

Sebab, stadion bukan sekadar bangunan besar dengan tribun yang bisa dipenuhi penonton. Ada tangga yang harus aman diinjak, jalur masuk yang harus nyaman dilalui dan setiap sudut bangunan yang harus siap digunakan masyarakat.

Didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase serta Camat Medan Kota Andy Syahputra, Rico melihat langsung sejumlah bagian stadion yang masih membutuhkan perhatian.

Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan perbedaan ketinggian pada beberapa tangga, bagian tangga yang mengalami kerusakan, hingga jalur masuk yang dinilai belum optimal.

“Stadion ini adalah kebanggaan masyarakat Kota Medan. Karena itu, keamanan dan kenyamanannya harus menjadi prioritas,” ujar Rico.

Waktu Makin Pendek, Detail Jangan Terlewat

Rico mengakui progres pembangunan terus berjalan. Namun, pekerjaan kini memasuki fase penting karena tenggat penyelesaian semakin dekat.

Pekerjaan yang bersumber dari APBD, termasuk pembangunan fasad stadion, ditargetkan rampung sesuai kontrak pada 12 November 2026.

Sementara pekerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, seperti tribun, tangga dan sejumlah akses lainnya, juga diminta segera dituntaskan agar tidak menjadi titik yang justru menghambat penyelesaian keseluruhan stadion.

Bagi Rico, mengejar tenggat waktu bukan berarti mengorbankan kualitas.

Jangan sampai karena mengejar tanggal serah terima, bagian yang seharusnya diperiksa justru dianggap selesai hanya karena dari kejauhan sudah terlihat megah.

“Saya mendorong seluruh pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa mengabaikan keamanan, detail, dan kualitas finishing. Saat akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan, stadion harus dalam kondisi baik, aman, dan layak digunakan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Megah, Harus Aman

Rico meminta seluruh pihak yang terlibat terus mengawal pembangunan hingga seluruh pekerjaan benar-benar tuntas.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan stadion tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan atau seberapa bagus tampilannya ketika difoto.

Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasa aman ketika menggunakannya.

Tangga yang berbeda ketinggian, jalur akses yang belum optimal atau bagian konstruksi yang masih rusak tentu bukan persoalan kecil ketika stadion mulai dipadati ribuan penonton.

Karena itu, setiap detail perlu diperiksa sebelum stadion benar-benar diserahkan dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Parkir Liar Ikut Jadi Perhatian

Perhatian Rico tidak berhenti di dalam stadion.

Kondisi kawasan sekitar Stadion Teladan juga menjadi bagian dari penataan. Ia menginstruksikan dinas terkait bersama jajaran kewilayahan untuk menertibkan parkir liar di sekitar stadion.

Kebersihan dan penataan kawasan juga diminta tetap dijaga.

Sebab, stadion yang sudah dibangun dengan biaya besar tentu akan terasa kurang lengkap jika begitu keluar dari pintu stadion masyarakat langsung disambut parkir semrawut, kawasan kotor dan akses yang tidak tertata.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Mari kawal hingga stadion kebanggaan Medan benar-benar selesai dengan baik,” ungkap Rico.

Dengan tenggat 12 November 2026 untuk pekerjaan yang bersumber dari APBD, waktu untuk melakukan pembenahan memang tidak banyak.

Kini pekerjaan rumahnya bukan sekadar membuat Stadion Teladan terlihat selesai, tetapi memastikan ketika pintu stadion benar-benar dibuka, tidak ada lagi cerita tangga belum beres, akses belum nyaman, atau bagian bangunan masih meminta waktu untuk diperbaiki.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *