KDM Puji Bekasi Makin Bersih, Terang dan Sehat, Tri Adhianto Bidik Juara Umum Porprov Jabar 2026

KDM Puji Bekasi Makin Bersih, Terang dan Sehat, Tri Adhianto Bidik Juara Umum Porprov Jabar 2026

KOTA BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM melontarkan apresiasi terhadap perkembangan Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe. Bekasi dinilai semakin menunjukkan wajah kota yang bersih, terang, dan sehat.

Pujian tersebut disampaikan KDM saat membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (7/11/2026) malam. Di hadapan para kepala daerah, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta ribuan insan olahraga, Dedi menyoroti sejumlah perubahan yang dinilainya positif di Kota Bekasi.

“Kepada seluruh warga kita Bekasi yang malam ini dipimpin oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Kota Bekasi saya lihat tumbuh menjadi kota yang bersih, terang, dan sehat,” ujar Dedi Mulyadi.

Bahkan, KDM menjelaskan tiga indikator yang menjadi dasar penilaiannya. Bersih karena pemerintah mampu mengurus sampah, terang karena penerangan jalan umum (PJU) menyala pada malam hari, dan sehat karena masyarakat memiliki ruang serta kesempatan untuk berolahraga.

“Bersih karena bisa ngurus sampah, terang karena malam hari PJU-nya nyala-nyala, dan sehat karena warganya bisa berolahraga, baik olahraga prestasi maupun kegemaran,” ungkapnya.

Pujian tersebut menjadi apresiasi terhadap pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi, khususnya dalam pengelolaan lingkungan, penerangan jalan, dan pengembangan aktivitas olahraga masyarakat. Tiga persoalan yang mungkin terdengar sederhana, tetapi dampaknya langsung dirasakan warga: sampah terurus, jalan tidak gelap, dan masyarakat punya ruang untuk bergerak.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Gubernur Jawa Barat terhadap pembangunan daerahnya. Menurut Tri, kemajuan Jawa Barat tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah provinsi ataupun pemerintah kabupaten dan kota secara sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif.

“Kami memahami bahwa membangun Jawa Barat tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah provinsi sendirian. Tidak bisa juga hanya mengandalkan pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Kita harus bergerak bersama,” kata Tri.

Ia menjelaskan, Pemkot Bekasi terus melakukan pembenahan untuk mewujudkan kota yang semakin nyaman dan sejahtera. Berbagai sektor pembangunan menjadi perhatian, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pengembangan ruang terbuka hijau, hingga penguatan transportasi publik melalui Trans Beken.

Di sisi lain, Tri menegaskan kepercayaan menjadikan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026 merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia ingin penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut tidak hanya dikenang karena kemeriahan seremoni pembukaan, tetapi juga kualitas pelayanan kepada seluruh kontingen.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang dikenang karena pelayanan, bukan hanya karena kemeriahan pembukaan. Kami ingin setiap tamu yang datang ke Bekasi merasa disambut, setiap atlet merasa dihargai, dan setiap pertandingan berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar, Pemkot Bekasi bersama PB Porprov, KONI, TNI-Polri, perangkat daerah, dan unsur terkait telah mematangkan berbagai persiapan. Mulai dari kesiapan venue pertandingan, akses transportasi, pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan, layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan atlet dan ofisial.

Namun, menjadi tuan rumah yang baik bukan satu-satunya target Tri Adhianto. Ia juga memasang ambisi besar untuk membawa kontingen Kota Bekasi meraih gelar juara umum Porprov XV Jawa Barat 2026.

“Target kita jelas. Kita ingin meraih prestasi setinggi-tingginya. Kita ingin menjadi juara umum Porprov XV Jawa Barat 2026,” tegasnya.

Target tersebut tentu bukan pekerjaan ringan. Persaingan antarkontingen kabupaten dan kota di Jawa Barat membutuhkan kesiapan atlet, kualitas pelatih, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan organisasi olahraga. Tri berharap kerja keras para pelatih, klub, cabang olahraga, dan KONI selama ini dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Ia pun mengajak seluruh atlet Kota Bekasi bertanding dengan penuh keyakinan, mengeluarkan kemampuan terbaik, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Medali memang menjadi incaran, tetapi semangat kompetisi yang sehat tetap harus menjadi pegangan.

Lebih jauh, Tri berharap Porprov XV mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, keluarga, dan suporter dari berbagai daerah diperkirakan dapat menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Porprov harus mampu melahirkan prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

Tri juga menekankan bahwa Porprov harus menjadi momentum memperkuat ekosistem olahraga Jawa Barat. Pembinaan atlet tidak boleh berhenti setelah pesta olahraga selesai. Fasilitas olahraga perlu terus dikembangkan dan kesempatan bagi atlet muda harus semakin terbuka.

Apresiasi KDM terhadap perkembangan Kota Bekasi menjadi suntikan semangat bagi kepemimpinan Tri Adhianto dan Harris Bobihoe. Namun, pujian tentang kota bersih, terang, dan sehat tentu menjadi tantangan untuk mempertahankan konsistensi pembenahan, bukan sekadar kebanggaan sesaat di panggung pembukaan.

Kini, Kota Bekasi menghadapi dua pekerjaan besar sekaligus: membuktikan diri sebagai tuan rumah Porprov yang berkesan dan mengejar gelar juara umum. Sebab, sukses penyelenggaraan akan diukur dari pelayanan, sementara sukses prestasi harus dibuktikan melalui hasil pertandingan. Keduanya membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar tepuk tangan pembukaan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *