Pengangguran Bekasi Turun Jadi 7,33 Persen, Tri Adhianto Dorong Kampus dan Perusahaan Buka Peluang Kerja

Pengangguran Bekasi Turun Jadi 7,33 Persen, Tri Adhianto Dorong Kampus dan Perusahaan Buka Peluang Kerja

KOTA BEKASI – Pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi yang mencapai 5,39 persen belum membuat pekerjaan rumah di sektor ketenagakerjaan selesai. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 7,89 persen menjadi 7,33 persen, Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong perluasan kesempatan kerja melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat membuka Career Expo 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan perusahaan untuk memperluas akses terhadap peluang kerja, kemarin.

Tri mengapresiasi penyelenggaraan bursa kerja tersebut. Menurutnya, Career Expo menjadi langkah konkret untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja dengan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia profesional.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi saat ini mencapai 5,39 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 7,89 persen menjadi 7,33 persen. Meskipun demikian, Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menekan angka pengangguran agar mencapai target yang telah ditetapkan,” jelas Tri.

Ia menegaskan, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Karena itu, Tri mendorong kolaborasi model pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi tersebut semakin penting seiring perubahan karakter ekonomi Kota Bekasi, yang terus berkembang dari kawasan industri menuju pusat jasa dan perdagangan. Perubahan itu menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sebagai salah satu upaya memperluas akses pekerjaan, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar sejak tahun sebelumnya untuk memfasilitasi pencari kerja yang memiliki KTP Kota Bekasi. Program tersebut ditujukan untuk membuka akses lebih luas bagi warga agar memperoleh kesempatan memasuki dunia kerja.

Tri juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Sejumlah jenis pekerjaan berpotensi bergeser akibat otomatisasi, tetapi pada saat yang sama muncul peluang baru yang membutuhkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang siap menjadi pencari kerja. Mahasiswa juga perlu dibekali keterampilan kewirausahaan (entrepreneurship) dan kepemimpinan (leadership) agar mampu membangun usaha serta menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Di sisi lain, Pemkot Bekasi terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui sejumlah program, antara lain Gerebek Pasar, Selasa Ceria, dan Jumat Berkah. Pemerintah daerah juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif serta peningkatan investasi melalui agenda Bekasi City Moslem Fashion dan Bekasi Investment Gathering.

Tri berharap Career Expo 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau sekadar tempat membagikan CV. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan perusahaan, sehingga proses pencocokan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri dapat berlangsung lebih efektif.

Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan diharapkan memperoleh tenaga kerja potensial, sementara mahasiswa, alumni, dan pencari kerja mendapatkan akses terhadap informasi lowongan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pemerintah pun diharapkan dapat memperkuat kebijakan ketenagakerjaan berdasarkan kebutuhan nyata dunia usaha dan masyarakat.

Tri menegaskan, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan semangat gotong royong dari seluruh elemen. Penurunan angka pengangguran menjadi kemajuan yang perlu dijaga, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak warga memperoleh pekerjaan yang layak dan memiliki keterampilan yang relevan dengan perubahan zaman.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *