Bekasi Bidik 200 Emas di Porprov Jabar 2026, Tri Adhianto Lepas 1.154 Atlet: Target Tinggi, Pulang Jangan Cuma Bawa Cerita

Bekasi Bidik 200 Emas di Porprov Jabar 2026, Tri Adhianto Lepas 1.154 Atlet: Target Tinggi, Pulang Jangan Cuma Bawa Cerita

KOTA BEKASI – Kota Bekasi tak datang ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 sekadar untuk meramaikan daftar peserta. Dengan kekuatan 1.154 atlet, dukungan 201 pelatih, dan keikutsertaan di 67 cabang olahraga, Bekasi memasang target ambisius: memboyong 200 medali emas.

Target tersebut menjadi tantangan sekaligus ujian bagi pembinaan olahraga Kota Bekasi. Sebab, mengumpulkan atlet dalam jumlah besar memang membutuhkan persiapan, tetapi mengubah keringat latihan menjadi emas di podium membutuhkan lebih dari sekadar semangat saat seremoni pelepasan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengukuhkan sekaligus melepas kontingen tersebut di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Minggu (25/10/2026). Pengukuhan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah kepada para atlet yang akan membawa nama Kota Bekasi dalam pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Tri meminta para atlet tampil dengan keyakinan, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama bertanding.

“Para atlet harus berjuang dengan penuh keyakinan, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan buktikan bahwa atlet Kota Bekasi mampu bersaing serta mengharumkan nama daerah,” ujar Tri.

Pesan itu terdengar sederhana, tetapi pelaksanaannya tentu tidak sesederhana mengangkat tangan saat dikukuhkan. Di arena pertandingan, lawan tidak akan mengalah hanya karena atlet memakai seragam kebanggaan daerah. Medali emas harus direbut lewat kemampuan, strategi, mental bertanding, dan persiapan yang matang.

Tri menegaskan, Porprov bukan sekadar ajang berburu medali, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi. Ia berharap prestasi di tingkat provinsi dapat menjadi batu loncatan bagi atlet Bekasi untuk menembus panggung nasional hingga internasional.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, akan terus mendorong dukungan terhadap atlet agar mereka memiliki kesempatan berkembang dan meraih prestasi. Dukungan tersebut menjadi faktor penting, sebab atlet membutuhkan lingkungan pembinaan yang konsisten, bukan hanya tepuk tangan ketika menang atau ucapan penyemangat menjelang pertandingan.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kota Bekasi, Kolonel Infanteri Supri Siswanto, menyebut tanggung jawab memimpin kontingen sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Seluruh atlet dan ofisial harus menjaga kekompakan, disiplin, serta kehormatan Kota Bekasi. Mari berjuang bersama dengan semangat juang tinggi agar kita dapat pulang membawa kebanggaan dan prestasi bagi masyarakat,” ujar Supri.

Dengan 1.154 atlet yang diterjunkan, Bekasi memiliki modal kekuatan yang patut diperhitungkan. Namun, jumlah peserta tidak otomatis menjadi jaminan jumlah medali. Sebanyak apa pun atlet yang berangkat, hasil akhirnya tetap ditentukan oleh performa di lapangan, kolam renang, lintasan, matras, dan arena pertandingan lainnya.

Target 200 emas pun bukan angka kecil. Target itu menuntut setiap cabang olahraga bekerja maksimal, sekaligus membutuhkan evaluasi dan pengukuran prestasi yang realistis. Sebab, dalam olahraga, target boleh setinggi langit, tetapi pencapaiannya tetap harus berpijak pada kemampuan dan kerja keras.

Kini, setelah pengukuhan di GOR Bang Yan, panggung seremoni berganti menjadi panggung pembuktian. Para atlet harus menjawab target tersebut melalui penampilan terbaik, sementara tim pelatih dan ofisial bertugas memastikan setiap peluang bisa dimaksimalkan.

Bekasi sudah menetapkan sasaran: 200 medali emas. Masyarakat tentu berharap kontingen pulang membawa prestasi yang membanggakan. Sebab, perjalanan menuju Porprov bukan sekadar tentang berangkat dengan optimisme, melainkan juga tentang pulang dengan hasil yang sepadan dengan perjuangan.

Pada akhirnya, medali emas tidak bisa diraih hanya dengan target yang ditulis tebal dalam agenda pemerintah. Ia harus diperjuangkan satu demi satu. Dan ketika pertandingan dimulai, yang berbicara bukan lagi pidato pelepasan, melainkan kemampuan atlet membuktikan bahwa target besar memang layak diperjuangkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *