21 Jemaah Dairi Ikuti Manasik Haji Tingkat Kecamatan, Dari Tata Cara Ibadah Hingga Bekal Spiritual

Agama36 Dilihat
 
 
Matabangsa.com – Dairi : Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dairi menggelar kegiatan manasik haji tingkat kecamatan sebagai persiapan bagi jemaah calon haji tahun 1446H/2025M dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas” dan sub tema “Menggapai Haji Mabrur, Meraih Kesempurnaan Spiritual dalam Ibadah Haji”. Acara berlangsung di Aula Kemenag Dairi, Kamis (17/04/2025), dan diikuti oleh 21 jemaah dari empat kecamatan.
 
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Dairi, H. Riswan Gaja, S.Ag., MM, dengan dihadiri Penyelenggara Haji dan Umrah Dr. H. Muhammad Sanif, S.HI, M.Ag, serta sejumlah narasumber dan panitia, termasuk Kepala KUA, Staf PHU Marfuah Hutalaung, S.Sos, Lespriono Munte, dan Karina Mende Angkat.
 
 
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman tata cara ibadah haji sesuai syariat Islam. “Manasik haji ini menjadi bekal penting bagi jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar di Tanah Suci,” ujar Riswan Gaja.
 
Dalam sesi pemaparan materi, Kakan Kemenag menyampaikan kebijakan terbaru pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
 
 
“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama terus berupaya menyelenggarakan ibadah haji secara tertib, aman, dan berkualitas, termasuk melalui pembinaan wajib manasik serta penyesuaian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Yang terpenting, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjuangan spiritual menuju haji mabrur,” jelasnya.
 
 
Khairul Syahri, S.PdI, M.Pd, selaku Ketua Panitia, melaporkan bahwa peserta berasal dari empat kecamatan, yaitu Sidikalang (16 orang), Tigalingga (2 orang), Lae Parira (1 orang), dan Berampu (2 orang).
“Kami berharap kegiatan ini mempersiapkan jemaah secara mental dan spiritual sebelum berangkat ke Mekkah,” ungkap Khairul.
 
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kemenag untuk meningkatkan pemahaman jemaah calon haji sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah sesuai prosedur pemerintah. Dengan pelatihan ini, diharapkan kesalahan teknis selama ibadah dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat persiapan spiritual jemaah sebelum menunaikan rukun Islam kelima. (lm)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *