Tapanuli Tengah : Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar kegiatan Early Warning System (EWS) sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi konflik sosial berbasis keagamaan di wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (14/4) di Aula Kantor Kemenag Tapteng, dihadiri oleh berbagai elemen lintas agama dan tokoh masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Tapteng, H. Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag.MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem peringatan dini ini menjadi bagian dari upaya strategis Kemenag dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama, terutama menjelang momentum-momentum sensitif seperti hari besar keagamaan maupun tahun politik.
“Early Warning System ini bukan hanya instrumen teknis, tetapi juga bentuk komitmen kita bersama dalam merawat kerukunan dan mencegah konflik sejak dini. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk terpecah, justru harus jadi kekuatan kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenag Toba Samosir Rutin Lakukan Pembinaan Rohani di Rutan Balige
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Peserta Sosialisasi Early Warning System Mereka membahas indikator-indikator dini potensi konflik, peran tokoh agama sebagai penjaga harmoni, serta pemanfaatan media sosial yang bijak agar tidak menjadi pemicu provokasi.
Kemenag juga menekankan Kepada Penyuluh Agama agar berperan aktif dalam menjalan tugas penyuluhan di masing masing wilayah yang sudah di tugaskan dan melaporkan isu-isu keagamaan yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial secara real-time.
Dalam sesi diskusi, para tokoh agama dari berbagai elemen Agama menyampaikan pandangan mereka tentang pentingnya dialog rutin dan saling memahami antar umat.
“Dengan duduk bersama seperti ini, kita bisa meredam potensi konflik sejak dari akarnya. Kerukunan tidak datang dengan sendirinya, ia harus diusahakan,” kata ketua FKUB Tapteng.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk menjaga toleransi dan menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Tapteng. Kemenag Tapteng berharap EWS ini dapat menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari penguatan harmoni sosial nasional.






