Kisah Ahmad Nazeli, Dari Tukang Sapu Hingga Jadi Wakil Kepala Madrasah

Pendidikan39 Dilihat

Matabangsa.com – Deli Serdang : Roda hidup tiada yang tahu kadang dibawah kadang diatas dan keyakinan dibarengi ikhtiar serta doa adalah kunci dari perjuangan hidup. Seperti sungai yang terus mengalir, hidup juga selalu berubah, dengan berbagai tantangan dan peluang yang tak terduga bahkan kalimat tersebut pantas disematkan kepada Wakil Kamad (WKM) Bidang Humas MTsN 3 Deli Serdang Hamparan Perak yaitu mantan seorang tukang sapu Ahmad Nazeli,S.Pd atas perjuangannya selama ini.

Ahmad Nazeli adalah anak tukang sapu dan petugas kebersihan disalah satu sekolah swasta SD Wahidin Sudirohusodo Marelan yang berhasil menjadi guru PPKn yang berstatus PNS Kemenag. Kisah Nazeli ini menjadi inspirasi bagi semua orang bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk meraih impian dan cita-cita.

Berawal dari kedua orang tuanya yang warga Simpang Kantor Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan nampaknya patut berbangga. Menekuni pekerjaan sederhana sebagai tukang sapu (petugas kebersihan) yang berhasil menyekolahkan anak hingga sukses jadi PNS.

Baca Juga: Siswa MAN Paluta Berbagi Takjil Gratis Hasil Kreasi Sendiri

Nazeli anak kedua dari empat bersaudara yang lahir pada 10 Agustus 1985 ini juga merupakan tukang sapu (petugas kebersihan) yang dari kecil juga membantu orang tuanya Meski fisik nya kecil kala itu namun semangatnya tak pernah redup untuk bekerja supaya bisa bersekolah.

Demi menyambung hidup keluarga dan bisa melanjutkan kuliah di UISU Ahmad Nazeli wajib bisa membagi waktu bekerja dan kuliah hingga tak mengenal waktu bermain. Setiap harinya, Nazeli berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB dengan bersepeda sekitar 1 Km dari rumahnya ke tempat Ia bekerja.

Nazeli menjalani aktifitas menyapu hingga pukul 12.00 WIB dan melanjutkan kegiatan belajar ke kampus sampai sore kadang sampai malam hari.

Hingga pada tahun 2 ketika sudah lulus kuliah dari universitas UISU Kepala yayasan SD Wahidin Sudirohusodo heran mengapa tukang sapu bisa berkuliah dan tamat dari kampus dengan tidak meninggalkan tugasnya sebagai petugas kebersihan. Rasa salut dan bangga tersebut membuat Kepala Yayasan menawarkan untuk mengajar di SD tersebut. Yayasan Wahidin Sudirohusodo merupakan salah satu Sekolah swasta besar karena merangkum beberapa tingkatan dari TK,SD,SMP dan SMA.

Melihat peluang tersebut Nazeli langsung menerima tawaran tersebut dari mulai menjadi guru impal atau pengganti hingga menjadi guru tetap. Dia mengatur jadwal dari pagi ke siang mengajar dan sorenya tetap membantu orang tuanya sebagai petugas kebersihan disekolah tersebut hingga akhirnya tahun 2012 diapun lulus sertifikasi guru.

Dari 3 kali mencoba nasib ikut seleksi CPNS akhirnya di tahun 2018 dengan umur yang injury time alias mendekati hampir 35 Tahun kala itu nasib berpihak kepadanya. Dia dinyatakan lulus seleksi dan bertugas di MTsN 3 Deli Serdang Hamparan Perak pada tahun 2019.

Baca Juga: Kabid Pakis Kanwil Kemenagsu Apresiasi Program Khatmil Quran dan GPAI Berbagi di Langkat

Dari dedikasi serta integrasi yang tak diragukan lagi maka pada tahun 2021 Ahmad Nazeli diangkat menjadi Wakil Kamad Bidang Humas. Aktif dilapangan membuat dia di senangi kawan- kawan karena suka membantu orang lain. Sejak tahun 2021 hingga saat ini Kamad dan para guru kagum dari dedikasi yang beliau tunjukan.

Lugas dan cekatan adalah salah satu ciri khas yang selalu dia tampilkan hingga tak jarang diandalkan dalam segala bidang karena loyalitasnya terhadap madrasah tersebut. Tiap pertandingan dan perlombaan siswa maka Ahmad Nazeli dan WKM Kesiswaan selalu aktif dalam hal pendampingan.

Kordinasi antara Kamad, para WKM serta guru juga orang tua siswa membuat keharmonisan berjalan baik dan lancar hingga informasi yang berkembang selalu tersampaikan dengan baik pula.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *