Bakti Sosial Menjelang Lebaran: Ketika Kepedulian Datang Membawa Senyum

Politik13 Dilihat

Medan — Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana berbagi mulai terasa di berbagai sudut kota, termasuk di Griya Yatim dan Dhuafa Medan yang beralamat di Jalan Cempaka Nomor 44, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (11/03/2026).

Di tempat ini, Ikatan Keluarga DPRD Kota Medan melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim. Sebuah kegiatan yang terasa sederhana, namun selalu memiliki makna yang tidak sederhana.

Pengurus dan anggota Ikatan Keluarga DPRD Kota Medan hadir langsung menyerahkan bantuan kepada anak-anak di panti tersebut. Tanpa banyak formalitas, tanpa panggung besar—hanya interaksi hangat yang mempertemukan niat baik dengan kebutuhan nyata.

Dalam nuansa Horatian yang ringan, kegiatan ini berjalan dengan penuh keakraban. Senyum anak-anak, sapaan hangat, dan suasana santai menjadi bagian dari momen yang mungkin tidak megah, tetapi justru terasa lebih tulus.

Bakti sosial seperti ini memang bukan hal baru. Ia hadir hampir setiap tahun, dengan tujuan yang sama: berbagi kebahagiaan menjelang hari raya. Dan meski sering disebut sebagai rutinitas, maknanya tetap terasa—karena bagi penerima, bantuan itu selalu berarti.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan berbagai agenda, selalu ada ruang untuk berhenti sejenak dan melihat sekitar. Bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar, tetapi juga dari hal kecil yang diberikan dengan hati.

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim di Griya Yatim dan Dhuafa Medan. Harapan yang sederhana, namun cukup untuk membuat suasana Lebaran terasa sedikit lebih lengkap.

Pada akhirnya, bakti sosial ini bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana rasa kepedulian itu dibangun. Karena dalam suasana menjelang Idul Fitri, berbagi bukan sekadar pilihan—melainkan bagian dari makna yang ingin dirayakan bersama.

Dan jika senyum anak-anak hari itu sedikit lebih lebar dari biasanya, maka kegiatan ini sudah berhasil—tanpa perlu ukuran yang terlalu rumit.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *