Bapenda Medan dan Bank Sumut Satu Meja, Karena PAD Tak Cukup Dibangun dengan Basa-basi
Medan – Kalau ada yang bilang silaturahmi bisa membuka pintu rezeki, mungkin pertemuan antara Bapenda Kota Medan dan PT Bank Sumut punya makna yang sedikit lebih luas. Bukan sekadar mempererat hubungan, tetapi juga membuka peluang agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan semakin optimal.
Kamis (4/6/2026), Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian menerima kunjungan pimpinan baru PT Bank Sumut (Perseroda) Kantor Cabang Utama Medan, Ari Krismana, beserta jajarannya. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bapenda Kota Medan itu memang diawali dengan perkenalan, tetapi pembahasannya jauh lebih serius daripada sekadar bertukar kartu nama.
Bank Sumut menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung berbagai program strategis yang dijalankan Bapenda Kota Medan. Gayung pun bersambut. Bagi Bapenda, Bank Sumut bukan sekadar tempat menyimpan uang daerah, melainkan mitra yang ikut membantu menghadirkan layanan perpajakan yang semakin mudah, cepat, dan modern.
Satire kecilnya begini. Kalau dulu orang datang ke bank hanya untuk setor atau tarik tunai, sekarang harapannya lebih besar. Bank juga diharapkan ikut membantu agar urusan pajak tidak lagi terasa seperti pekerjaan rumah yang selalu ditunda sampai menit terakhir.
M. Agha Novrian menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang selama ini telah terjalin. Menurutnya, hubungan antara Bapenda dan Bank Sumut sudah berjalan produktif, tinggal bagaimana terus ditingkatkan agar masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban perpajakan daerah.
Harapannya sederhana, tetapi dampaknya besar. Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin kecil alasan untuk menunda. Dan semakin lancar penerimaan daerah, semakin besar pula ruang bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Namun tentu yang paling dinantikan masyarakat bukan hanya hangatnya suasana rapat, melainkan lahirnya inovasi-inovasi baru yang benar-benar memudahkan wajib pajak. Sebab, sinergi antarlembaga akan terasa manfaatnya ketika hasilnya bisa dirasakan langsung oleh warga.
Pada akhirnya, PAD tidak tumbuh hanya karena angka-angka di laporan keuangan. Ia tumbuh karena ada kolaborasi yang berjalan, sistem yang terus diperbaiki, dan pelayanan yang semakin memudahkan masyarakat. Bapenda Kota Medan dan Bank Sumut tampaknya memahami bahwa membangun pendapatan daerah bukan pekerjaan satu institusi saja. Butuh kerja sama yang solid, karena pembangunan kota juga tidak mungkin berjalan sendirian.(***)






