Bapenda Medan UPT III Jemput Bola Percepat Pembayaran PBB, Sejumlah Objek Pajak Disambangi
MEDAN — Urusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tampaknya tidak cukup hanya menunggu wajib pajak datang ke kantor. Kalau ingin penerimaan bergerak cepat, petugas pun harus ikut bergerak.
Itulah yang dilakukan jajaran UPT III Bapenda Kota Medan pada Rabu (22/7/2026). Kepala UPT III Bapenda Medan mendampingi Kepala Bidang dan Kasubbid PBB turun langsung ke sejumlah objek pajak di wilayah kerja UPT III untuk menghimbau percepatan pembayaran PBB.
Beberapa objek yang disambangi dalam kegiatan tersebut antara lain RS Columbia Asia Medan, Berastagi Supermarket Gatot Subroto, serta Hotel Four Points.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bapenda Kota Medan mempercepat realisasi penerimaan PBB sekaligus membangun komunikasi langsung dengan para wajib pajak.
Pendekatannya pun tidak perlu dibuat seperti adegan film penagihan. Petugas memberikan imbauan dan koordinasi secara langsung agar kewajiban PBB dapat segera ditunaikan sesuai ketentuan.
Sebab, dalam urusan penerimaan daerah, menunggu memang mudah. Yang sulit adalah memastikan target benar-benar tercapai.
Karena itu, langkah turun langsung ke lapangan menjadi penting. Petugas dapat berkomunikasi dengan pengelola objek pajak sekaligus menyampaikan pentingnya pembayaran PBB tepat waktu.
Apalagi objek pajak yang didatangi merupakan fasilitas dan kawasan usaha dengan aktivitas yang cukup besar. Potensi penerimaan dari sektor ini tentu perlu mendapat perhatian serius.
Bagi Bapenda, optimalisasi PBB bukan sekadar mengejar angka dalam laporan penerimaan. Pajak yang terkumpul nantinya menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Medan.
Dengan pola jemput bola seperti ini, koordinasi antara pemerintah dan wajib pajak diharapkan semakin baik. Pemerintah menyampaikan kewajiban secara langsung, sementara wajib pajak mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai pembayaran PBB.
Intinya sederhana: kalau objek pajaknya sudah jelas, alamatnya jelas, dan kewajibannya juga jelas, jangan sampai pembayarannya justru dibuat misterius.
UPT III Bapenda Medan pun terus mendorong agar para wajib pajak di wilayah kerjanya memenuhi kewajiban PBB tepat waktu. Sebab semakin cepat penerimaan masuk, semakin cepat pula pemerintah memiliki ruang fiskal untuk menjalankan program pembangunan.
Jadi, petugas Bapenda turun ke lapangan bukan sekadar untuk mengetuk pintu. Mereka juga membawa satu pesan yang cukup sederhana: PBB jangan ditunda, karena pembangunan juga tidak bisa terus menunggu.(***)






