Goyang Bollywood di Tanah Batak, PRSU Mendadak Berasa Mumbai Sejenak
Malam Pagelaran Seni dan Budaya Kabupaten Samosir di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan kali ini membuktikan satu hal sederhana: musik memang tak pernah sibuk mengurus paspor. Begitu irama Bollywood menggema, ribuan pengunjung yang semula menikmati nuansa Batak mendadak ikut larut dalam suasana ala India. Bahkan ketika lagu legendaris “Kuch Kuch Hota Hai” didendangkan, banyak kepala bergoyang mengikuti irama, meski liriknya mungkin hanya dihafal sebatas “kuch kuch” saja.
Penampilan para penari India yang dibawa oleh Konsulat Jenderal India di Medan sukses menghipnotis panggung PRSU. Gerakan tangan yang luwes, kostum berwarna-warni, hingga hentakan musik khas Bollywood menjadi bumbu manis di tengah kemeriahan pesta budaya. Tak sedikit pengunjung yang spontan mengangkat ponsel, karena momen seperti ini memang lebih sulit dilewatkan daripada diskon akhir bulan.
Konsul Jenderal India pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap kemeriahan malam itu. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Sumatera Utara.
“Terima kasih atas undangan yang indah dan meriah malam ini. Danau Toba adalah salah satu tempat terindah di Sumatera Utara. Karena itu saya selalu merekomendasikan orang untuk datang ke Danau Toba,” ujarnya.
Pengakuannya pun menarik perhatian. Ia mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Danau Toba, termasuk Pulau Samosir yang berada di tengahnya. Bahkan, pengalaman tinggal di Swiss membuatnya memiliki sudut pandang yang unik.
“Saya pernah tinggal di Eropa, di Swiss. Ketika melihat Danau Toba, saya melihatnya seperti Swiss-nya orang Medan,” katanya, sebuah pujian yang membuat Danau Toba malam itu seolah mendapat tepuk tangan tambahan.
Tak berhenti pada pujian, Konsulat Jenderal India juga menghadirkan pertunjukan tarian tradisional India yang dipadukan dengan tarian Bollywood. Perpaduan budaya itu menjadi pengingat bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk saling mengenal melalui seni.
Suasana semakin hidup ketika irama Bollywood menguasai panggung. Penonton menikmati setiap penampilan, sementara sebagian lainnya ikut bergoyang dari tempat duduk. Tidak ada yang mempersoalkan apakah langkah tari mereka benar atau tidak. Dalam urusan hiburan, yang terpenting memang keberanian ikut menikmati.
Di akhir sambutannya, Konsul Jenderal India turut mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk berkunjung ke negaranya.
“India dijuluki Incredible India, sama seperti Indonesia yang memiliki slogan Wonderful Indonesia. Indonesia dan India adalah mitra, dengan slogan mitra selamanya,” tuturnya.
Malam budaya itu pun menjadi bukti bahwa diplomasi tak selalu berlangsung di ruang rapat dengan setumpuk dokumen. Kadang, hubungan antarbangsa justru terasa lebih hangat lewat hentakan musik, tarian, dan senyum para penonton. PRSU sekali lagi menunjukkan bahwa budaya memiliki bahasa yang paling mudah dipahami semua orang: membuat siapa pun lupa waktu, dan sesekali lupa kalau sebenarnya datang hanya untuk jalan-jalan.(***)







