Hujan Boleh Turun, Semangat ke PRSU Jangan Ikut Redup
Hujan yang mengguyur Kota Medan, Senin (20/7/2026), rupanya punya cara sendiri menguji kreativitas pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Bukan pulang, bukan juga berteduh di kendaraan. Mayoritas justru kompak “mengungsi” ke Sumut Merchant hingga kawasan itu berubah bak ruang tunggu paling ramai di PRSU.
Kalau biasanya orang berburu diskon, sore itu yang diburu lebih dulu adalah atap. Untungnya, Sumut Merchant bukan sekadar tempat menghindari hujan. Di dalamnya berjejer produk UMKM binaan Bank Sumut yang tanpa sengaja mendapat bonus promosi karena cuaca sedang tidak bersahabat.
Rencana festival band yang sedianya menjadi magnet pengunjung pun harus bersabar sejenak. Hujan seolah ingin menjadi penampil pembuka sebelum para peserta naik ke panggung. Alhasil, para pelajar dan pengunjung memilih menikmati suasana sambil berkeliling melihat produk-produk yang dipamerkan.
Salah satunya Oddissey Lidwina, siswi SMK Negeri 14 Medan. Ia mengatakan rombongan sekolahnya datang karena diundang mengikuti sekaligus memeriahkan Festival Band se-Kota Medan.
“Kami datang ke sini untuk festival band. Dari sekolah ada sekitar 22 orang dan nanti setelah selesai kembali ke sekolah dulu sebelum pulang ke rumah,” ujarnya.
Meski panggung sempat tertunda akibat hujan, menurut Oddissey hal itu tidak mengurangi keseruan berada di PRSU. Baginya, setiap stan menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari mengenal pakaian adat, budaya berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara hingga menikmati beragam kuliner yang tersedia.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat kecil bagi penyelenggara. PRSU memang identik dengan panggung hiburan, tetapi cuaca di Medan kadang punya jadwal sendiri. Mungkin sudah saatnya semakin banyak area teduh, ruang berkumpul, atau lokasi pertunjukan yang lebih ramah saat hujan datang. Jadi, ketika langit mendung, yang tertunda cukup acaranya, bukan kenyamanan pengunjung.
Sebab di PRSU, hujan ternyata bukan alasan untuk pulang. Justru menjadi kesempatan bagi para pengunjung mengenal lebih dekat produk-produk lokal yang mungkin sebelumnya hanya dilewati begitu saja. Bisa jadi, yang awalnya berteduh, pulangnya malah membawa oleh-oleh.(***)







