IKM Bapenda Medan Triwulan II Capai 84,62, Agha Novrian: Kepuasan Masyarakat Jadi Motivasi Perbaikan Layanan

IKM Bapenda Medan Triwulan II Capai 84,62, Agha Novrian: Kepuasan Masyarakat Jadi Motivasi Perbaikan Layanan

MEDAN — Ada kabar cukup menggembirakan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan. Di tengah urusan pajak yang bagi sebagian masyarakat kadang terdengar serius sejak menyebut kata “tagihan”, tingkat kepuasan terhadap pelayanan Bapenda justru mencatat hasil positif.

Berdasarkan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan II Tahun 2026, Bapenda Kota Medan memperoleh nilai 84,62 dengan Grade B atau kategori Baik.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan perpajakan yang diberikan Bapenda Kota Medan dinilai cukup baik oleh masyarakat. Sekaligus menjadi bukti bahwa urusan pajak tidak harus selalu identik dengan wajah tegang, antrean panjang dan pertanyaan klasik, “Ini masih lama, Pak?”

Kepala Bapenda Kota Medan, Dr. M. Agha Novrian, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa hasil IKM tersebut menjadi bagian penting dalam melihat sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, nilai 84,62 bukanlah garis finis. Justru capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bapenda untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Bagi sebuah instansi yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat dalam urusan pajak, tingkat kepuasan tentu memiliki arti penting. Sebab pelayanan yang baik bukan hanya membuat proses administrasi menjadi lebih nyaman, tetapi juga dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Apalagi masyarakat yang datang ke Bapenda pada dasarnya memiliki kepentingan yang jelas. Mereka ingin mendapatkan informasi, menyelesaikan kewajiban, mengurus administrasi atau mencari solusi atas persoalan perpajakan yang dihadapi.

Karena itu, pelayanan yang profesional, transparan dan mudah dipahami menjadi bagian penting dari pekerjaan Bapenda.

Nilai 84,62 menunjukkan bahwa upaya tersebut mendapat respons positif. Namun seperti halnya nilai rapor, Grade B tentu belum waktunya membuat seluruh jajaran bersandar santai sambil menikmati kopi.

Masih ada ruang untuk naik kelas.

Agha menegaskan komitmen Bapenda Kota Medan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan penilaian melalui IKM juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu dibenahi.

Dengan kata lain, masyarakat bukan hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga ikut menentukan arah perbaikannya.

Jika ada pelayanan yang sudah baik, dipertahankan. Kalau masih ada yang membuat masyarakat mengernyitkan dahi, tentu harus diperbaiki.

Bapenda Kota Medan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi memberikan penilaian serta kepercayaan terhadap pelayanan yang diberikan.

Sebab tanpa masukan masyarakat, pemerintah bisa saja merasa semuanya sudah sempurna. Padahal di lapangan, mungkin masih ada hal-hal kecil yang membuat warga berkata, “Pak, kalau bisa dibuat lebih gampang lagi.”

Dan justru dari masukan seperti itulah kualitas pelayanan bisa berkembang.

Pada akhirnya, capaian IKM 84,62 Grade B merupakan kabar baik, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti pada angka.

Target berikutnya tentu bukan sekadar mempertahankan nilai, tetapi bagaimana masyarakat semakin merasakan bahwa berurusan dengan pelayanan perpajakan itu mudah, jelas, cepat, transparan dan manusiawi.

Karena bagi masyarakat, ukuran pelayanan sebenarnya sederhana: datang dengan urusan, pulang membawa solusi.

Itulah semangat yang diharapkan terus dijaga Bapenda Kota Medan dalam mewujudkan pelayanan perpajakan yang semakin baik demi “Medan untuk Semua.”(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *