Klik Sekali, Penghargaan Datang, Medan Resmi Jadi Kota yang Katanya Sudah “Auto Digital”

Medan8 Dilihat

Medan— Di era di mana segalanya bisa dilakukan lewat satu sentuhan layar—dari pesan makanan sampai memesan ojek—akhirnya pelayanan publik pun ikut naik level. Setidaknya, itulah yang ingin ditegaskan saat Kota Medan berhasil meraih penghargaan National Governance Award 2026 sebagai Excellent City in Digital Public Service Transformation, Jumat (24 April 2026) .

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, tapi soal kemudahan. Sebuah pernyataan yang terdengar sangat masuk akal—terutama bagi warga yang sinyalnya juga ikut bertransformasi… kadang ada, kadang “sedang dalam pengembangan”.

Medan kini disebut sebagai salah satu garda terdepan smart city. Sebuah istilah yang terdengar futuristik, seolah-olah semua urusan warga sudah bisa diselesaikan hanya dengan klik. Meski, dalam praktiknya, kadang setelah klik masih ada tahap tambahan: tunggu, sabar, dan sesekali datang langsung—sekadar memastikan bahwa sistem digitalnya juga butuh sentuhan manusia.

Namun tentu saja, ini tetap pencapaian besar. Karena mengubah pelayanan publik menjadi digital itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, koordinasi, dan tentu saja… password yang tidak lupa.

Didampingi Kepala Dinas Kominfo, Arrahmaan Pane, sang wali kota menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil dedikasi seluruh jajaran Pemko Medan. Sebuah kalimat yang sudah sangat familiar, tapi tetap relevan—karena di balik setiap aplikasi yang berjalan, pasti ada tim yang diam-diam memastikan server tidak ikut “cuti”.

Harapan ke depan pun disampaikan dengan optimisme tinggi: ASN diminta tidak cepat puas, terus berinovasi, dan menjadikan Medan sebagai kota teladan dalam transformasi digital. Target yang tentu saja ambisius, tapi juga realistis—selama inovasi tidak berhenti di tahap “akan segera diluncurkan”.

Sedikit parodinya mungkin begini: jika dulu warga harus antre panjang untuk mengurus administrasi, kini cukup antre… di loading screen. Sebuah kemajuan yang patut diapresiasi, karena setidaknya antreannya sudah lebih modern.

Namun di balik semua itu, satu hal yang tidak berubah: harapan masyarakat tetap sama—pelayanan yang cepat, jelas, dan benar-benar memudahkan. Entah itu lewat aplikasi, website, atau bahkan tombol “refresh” yang ditekan berkali-kali dengan penuh doa.

Jadi, selamat untuk Medan. Semoga ke depan, transformasi digital ini tidak hanya gemilang di panggung penghargaan, tapi juga terasa nyata di layar ponsel warga—tanpa perlu bertanya, “Ini error, atau memang fitur baru?”(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *