Medan — Menyusun rencana kerja sering kali terdengar seperti pekerjaan serius yang penuh angka dan target. Namun di balik itu, selalu ada satu hal yang tak kalah penting: bagaimana membuat rencana itu terdengar meyakinkan—dan, kalau bisa, juga terlaksana, Jumat (27/02/2026).
Hal ini terlihat saat Sekretariat DPRD Kota Medan menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rancangan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2027.
Mengusung tema panjang nan ambisius—“Akselerasi Fasilitasi Fungsi DPRD melalui Sinergi dan Inovasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan Medan ‘BERTUAH’ yang Inklusif, Maju, dan Berkelanjutan”—forum ini dibuka langsung oleh Wong Chun Sen, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B.
Acara ini turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Medan, para Kepala OPD, serta camat se-Kota Medan yang mengikuti melalui video conference—sebuah pengingat bahwa di era sekarang, rapat bisa tetap berjalan meski sebagian peserta hadir dari layar.
Dalam sambutannya, Wong Chun Sen menekankan agar Renja Tahun 2027 tidak sekadar menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar berisi program yang relevan, terukur, dan berdampak langsung. Sebuah harapan yang, dalam nuansa Horatian, terdengar sederhana—meski dalam praktiknya sering membutuhkan lebih dari sekadar kata “terukur.”
Ia juga menyoroti pentingnya penajaman target kinerja, penguatan fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan. Daftar yang lengkap, rapi, dan tentu saja—menjadi pekerjaan rumah bersama.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Herie Saksono, Dr. Drs. Herie Saksono, M.Si., dari Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Laksamana Putera Siregar, S.H., M.S.P., Irfan Hakim Ritonga, S.Sos., M.I.Kom., serta Hafsyah Aprillia, S.Si., M.Si. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi—dan tentu saja, memperkaya sudut pandang.
Dalam suasana santai namun tetap terarah, forum ini menjadi ruang bertemunya ide, masukan, dan harapan. Karena pada akhirnya, rencana yang baik bukan hanya tentang apa yang ingin dicapai, tetapi juga bagaimana cara mencapainya.
Ketua DPRD Kota Medan pun berharap hasil forum ini mampu melahirkan Renja yang komprehensif, realistis, dan benar-benar mendukung kualitas pelayanan sekretariat kepada DPRD.
Pada akhirnya, menyusun Renja memang seperti merancang masa depan dalam bentuk dokumen. Ia harus rapi, jelas, dan penuh perhitungan. Tinggal satu hal yang selalu menjadi penutup tak tertulis: semoga semua yang direncanakan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan sesuai harapan.
Karena di dunia perencanaan, keberhasilan bukan hanya saat dokumen selesai disusun—melainkan saat isi dokumen itu benar-benar hidup dalam pelaksanaan.(***)






