Menjaga keamanan sebuah kota bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Butuh komunikasi yang rutin, koordinasi yang baik, dan kemauan untuk duduk bersama sebelum persoalan benar-benar muncul. Karena dalam urusan keamanan, mencegah selalu lebih murah daripada memperbaiki.
Senin, 18 Mei 2026, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., menerima audiensi Asisten Operasi Komando Sektor I/Medan, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla., dan Komandan Kodim 0201/Medan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., di ruang kerja Ketua DPRD Kota Medan.
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi antara DPRD Kota Medan dengan Kosek I/Medan serta Kodim 0201/Medan. Tujuannya jelas, yakni menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman masyarakat di Kota Medan melalui sinergi yang semakin erat.
Kalau boleh sedikit menyindir, koordinasi sering kali baru terasa penting ketika masalah sudah muncul. Padahal yang jauh lebih bernilai adalah komunikasi yang dibangun saat situasi masih aman. Dengan begitu, ketika tantangan datang, semua pihak sudah mengetahui perannya masing-masing.
Stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan. Investasi, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat akan berjalan lebih baik apabila kondisi kota tetap aman dan kondusif.
Karena itu, hubungan yang harmonis antara lembaga legislatif dan unsur pertahanan maupun keamanan menjadi modal penting dalam mendukung terciptanya suasana yang tertib. Masing-masing memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Audiensi tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H., dan Datuk Iskandar Muda, A.Md. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa membangun komunikasi lintas institusi merupakan bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.
Sedikit satire lagi, rapat dan audiensi memang tidak bisa langsung membuat jalan mulus atau banjir surut. Namun, komunikasi yang baik bisa mencegah banyak persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Kadang solusi terbaik memang lahir dari kesediaan untuk saling mendengar.
Pada akhirnya, masyarakat tentu berharap sinergi seperti ini tidak berhenti pada sesi foto bersama atau kunjungan seremonial. Yang lebih penting adalah kolaborasi yang terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keamanan lingkungan hingga menjaga ketenteraman kota.
Sebab kota yang nyaman bukan hanya dibangun dengan gedung-gedung tinggi dan jalan yang lebar, tetapi juga dengan komunikasi yang kuat antara para pemangku kepentingan. Ketika koordinasi berjalan baik, masyarakatlah yang akan merasakan manfaat paling besar.(***)






