Opsir PBB 2026 Dimulai, Bapenda Medan dan Kepling Satu Barisan Mengejar Target Pajak

Opsir PBB 2026 Dimulai, Bapenda Medan dan Kepling Satu Barisan Mengejar Target Pajak

Medan – Kalau biasanya aula kantor camat dipenuhi rapat koordinasi dan tumpukan berkas, kali ini suasananya sedikit berbeda. Aula Kantor Camat Medan Timur menjadi titik kumpul dimulainya Opsir Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2026, yang melibatkan petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan bersama para kepala lingkungan (kepling).

Bukan sekadar apel atau seremoni, kegiatan ini menjadi tanda dimulainya gerakan bersama untuk mempercepat penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Kecamatan Medan Timur.

Bapenda Kota Medan menyadari bahwa mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak cukup hanya mengandalkan surat pemberitahuan yang dikirim ke wajib pajak. Karena itu, petugas di lapangan diperkuat dengan kehadiran para kepling yang paling mengenal kondisi lingkungan dan warganya.

Satire kecilnya begini. Kalau ada yang tahu rumah mana yang baru dicat, pagar mana yang baru direnovasi, sampai siapa yang paling cepat keluar saat ada tamu, biasanya keplinglah orangnya. Maka saat Bapenda mengajak mereka turun bersama dalam Opsir PBB, tujuannya bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan informasi tentang kewajiban pajak benar-benar sampai kepada wajib pajak.

Melalui kegiatan ini, Bapenda Kota Medan berharap masyarakat semakin sadar bahwa PBB bukan sekadar tagihan tahunan, melainkan kontribusi nyata untuk membiayai pembangunan kota. Jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, hingga berbagai layanan publik tidak hadir begitu saja, tetapi membutuhkan dukungan dari pajak yang dibayarkan tepat waktu.

Kolaborasi antara Bapenda dan para kepling juga menjadi bukti bahwa optimalisasi PAD adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir bukan hanya untuk menagih, tetapi juga memberikan edukasi, membangun komunikasi, dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari pembangunan Kota Medan.

Karena pada akhirnya, target PBB bukan hanya soal angka yang tercapai di atas kertas. Yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang dapat dinikmati bersama. Dan langkah itu dimulai dari aula kecil di Kantor Camat Medan Timur, sebelum petugas dan para kepling bergerak menyapa wajib pajak satu per satu.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *