Setiap tanggal 1 Juni, teks Pancasila kembali menggema di lapangan upacara. Lima sila itu dibacakan dengan lantang dan penuh khidmat. Namun, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah upacara selesai: apakah nilai-nilai Pancasila ikut pulang bersama para pesertanya, atau hanya berhenti di podium?
Senin, 1 Juni 2026, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., bertindak sebagai pembaca Teks Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Medan. Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, pembacaan doa, hingga ditutup dengan foto bersama.
Dengan suara yang tegas, Ketua DPRD Kota Medan membacakan lima sila Pancasila sebagai dasar negara yang telah menjadi pemersatu bangsa selama puluhan tahun. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Sedikit satire boleh saja. Menghafal lima sila Pancasila memang tidak sulit. Yang lebih menantang adalah menerapkannya saat menghadapi perbedaan pendapat, melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan, atau menolak kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Di situlah nilai Pancasila benar-benar diuji.
Dalam upacara tersebut, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan mengenakan pakaian sipil lengkap, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan membangun hubungan sosial yang harmonis, memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta membentuk karakter masyarakat Kota Medan yang berakhlak mulia.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan bagi kehidupan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi moral Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian di tingkat global.
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak dimaknai sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, semangat Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan, pelayanan publik, serta kehidupan bermasyarakat. “Pancasila adalah rumah bersama bagi seluruh anak bangsa. Perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat, bukan dijadikan alasan untuk saling menjauh. Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membangun Kota Medan yang rukun, adil, dan maju,” ujarnya.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda Kota Medan, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Medan, pejabat eselon III dan IV, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan yang mengenakan pakaian sipil lengkap dan seragam Korpri.
Pada akhirnya, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda yang diperingati setiap tahun. Ia menjadi pengingat bahwa Indonesia tetap berdiri kokoh karena mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sebab, Pancasila tidak hanya hidup ketika dibacakan dalam upacara, tetapi akan benar-benar bermakna ketika diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan pelayanan kepada masyarakat setiap hari.






