matabangsa.com-Simalungun: Gubernur Provinsi Sumatera Utara Mohammad Bobby Afif Nasution diwakili Pj. Sekda Sulaiman Harahap, SH, resmi menutup Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12, di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Sabtu, 13-06-2026.
Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sumatera Utara sebagai wadah strategis untuk mempromosikan potensi daerah, menarik investasi, serta mendorong digitalisasi dan hilirisasi UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar global.
Bobby menegaskan, lewat kegiatan ini naik investasi hijau, menjadi wadah business matching, serta terpublikasikannya inovasi teknologi dan produk kerajinan unggulan dari berbagai Kabupaten/Kota di Sumut.
Arah strategis Pemprov Sumut lewat momentum PIISU 2026, Pemprov Sumut menekankan beberapa poin krusial untuk penguatan ekonomi daerah. Hilirisasi Industri, mengubah pola ekspor dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi, katanya.
Lebih lanjut, Bobby mengatakan, pengembangan UMKM, mendorong pelaku usaha daerah menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) yang matang agar lebih mudah menarik minat investor. Investasi berkelanjutan, mengadopsi praktik usaha yang ramah lingkungan guna menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Mendorong para Bupati dan Walikota se-Sumut memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan feasibility study atau studi kelayakan usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar pengembangan UMKM dilakukan secara lebih terukur, berbasis data, dan mampu menarik minat investor, tutur Bobby
“Jadi jika bapak ibu ingin menawarkan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tinggal membawa data UMKM yang sudah memiliki studi kelayakan. UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis kelayakannya secara terstruktur agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Bobby menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui percepatan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, kemudahan perizinan berusaha, serta fasilitasi sertifikasi halal. Selain itu, UMKM juga didorong meningkatkan kualitas dan kuantitas produk agar mampu menjalin kemitraan dengan pelaku usaha besar serta memperluas akses pasar.
Pada kesempatan tersebut, Bobby menegaskan bahwa inovasi dan investasi merupakan dua pilar utama dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Sumut, di tingkat nasional maupun internasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Inovasi harus terus didorong, sementara investasi perlu difasilitasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bobby.
“Melalui PIISU 2026, kita berharap lahir peluang investasi baru, semakin kuatnya UMKM, terciptanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Nubaity Harahap mengatakan, kegiatan PIISU menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi daerah, peluang investasi, produk unggulan UMKM, serta potensi pariwisata Sumatera Utara kepada investor dan masyarakat luas.
Penutupan Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2026 dirangkai dengan penyerahan penghargaan stand terbaik. Untuk pemenang stand terbaik masing-masing SKK Migas Juara 1, Kabupaten Simalungun Juara 2 dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Juara 3.(***)






