Wali Kota Bekasi Resmikan Taman Bermain di Kaliabang Tengah, Jadi Ruang Hijau dan Tempat Warga Berinteraksi

Wali Kota Bekasi Resmikan Taman Bermain di Kaliabang Tengah, Jadi Ruang Hijau dan Tempat Warga Berinteraksi

KOTA BEKASI — Sebuah lahan di tengah permukiman Alinda Kencana Permai 1, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, kini punya wajah baru. Yang sebelumnya sekadar menjadi bagian dari lingkungan permukiman, kini berubah menjadi ruang terbuka hijau lengkap dengan taman bermain dan fasilitas olahraga.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan taman tersebut di RT 15/RW 021, Sabtu (26/9/2026). Kehadirannya disambut antusias warga yang kini memiliki tempat baru untuk anak-anak bermain, warga berolahraga, sekaligus berkumpul.

Taman itu dibangun melalui anggaran APBD Kota Bekasi yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) bersama RT dan RW setempat.

Fasilitas yang tersedia bukan sekadar penghias lingkungan. Anak-anak memiliki area bermain, sementara warga dapat memanfaatkan lapangan untuk berbagai kegiatan olahraga, termasuk badminton dan mini basket.

Artinya, warga kini punya pilihan aktivitas selain duduk di depan rumah sambil mengamati siapa yang lewat. Sebuah kemajuan kecil, tetapi cukup berarti bagi lingkungan permukiman.

Bukan Sekadar Taman

Tri mengatakan pembangunan taman di lingkungan permukiman merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, ruang bermain dibutuhkan agar anak-anak memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk beraktivitas tanpa harus selalu mencari ruang publik yang jauh dari rumah.

“Yang paling penting dari taman ini adalah bagaimana ruang yang ada bisa benar-benar digunakan warga. Anak-anak bisa bermain, berolahraga, sementara orang tua juga punya ruang untuk berinteraksi dan berkumpul,” ujar Tri.

Bagi pemerintah, pembangunan fasilitas publik tentu tidak berhenti ketika pita peresmian dipotong. Justru setelah peresmian, tantangan berikutnya dimulai: memastikan taman tetap bersih, fasilitas tidak cepat rusak dan ruang tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

Karena taman yang bagus tetapi kosong tentu hanya akan menjadi pemandangan. Begitu pula fasilitas olahraga yang lengkap tetapi lebih sering terkunci daripada digunakan.

Pemerintah Bangun, Warga Ikut Menjaga

Tri mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sekaligus menjaga fasilitas yang telah tersedia.

“Pembangunan taman ini merupakan hasil kolaborasi. Pemerintah menyediakan dukungan melalui APBD, kemudian masyarakat ikut mengawal dan menjaga. Saya berharap fasilitas ini dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting karena ruang publik pada akhirnya memang kembali kepada masyarakat.

Pemerintah dapat menyediakan anggaran dan membangun fasilitas, tetapi urusan menjaga kebersihan, menggunakan fasilitas secara tertib dan mencegah kerusakan membutuhkan keterlibatan warga.

Sederhananya, taman dibangun dengan uang daerah, tetapi umur panjangnya sangat bergantung pada perilaku orang-orang yang menggunakannya.

Jadi Ruang Bermain dan Ruang Bertemu

Warga sekitar menyambut baik peresmian taman tersebut. Selain menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas, mereka juga berharap Pemkot Bekasi terus menghadirkan ruang publik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan taman di lingkungan Alinda Kencana Permai 1 diharapkan tidak hanya menjadi tempat bermain anak-anak. Ruang tersebut juga dapat menjadi lokasi olahraga, interaksi sosial serta berbagai kegiatan bersama warga.

Pada akhirnya, sebuah taman memang tidak harus megah untuk punya arti.

Kadang yang dibutuhkan warga hanyalah ruang yang cukup untuk anak-anak berlari, lapangan untuk bermain, tempat orang tua berbincang dan lingkungan yang membuat tetangga kembali saling mengenal.

Dan tentu saja, satu hal yang tidak kalah penting: setelah pemerintah membangun, warga jangan sampai hanya menjadi penonton. Sebab fasilitas publik yang paling awet biasanya bukan yang paling mahal, melainkan yang paling merasa memiliki.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *