Zakiyuddin Harahap: Hima Lubis Jangan Sekadar Ramai Saat Pelantikan, Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
MEDAN — Organisasi masyarakat boleh punya struktur lengkap, pelantikan meriah, dan foto bersama yang memenuhi galeri telepon genggam. Namun, menurut Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, ukuran keberadaan organisasi bukan seberapa ramai saat dilantik, melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan setelah acara selesai.
Pesan itu disampaikan Zakiyuddin saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Marga Lubis Dohot Anak Boruna (Hima Lubis) Kota Medan masa bakti 2026–2030 di Jalan Flamboyan Raya, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Minggu (20/9/2026).
Zakiyuddin berharap pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni organisasi. Momentum itu, menurutnya, harus menjadi pintu masuk untuk memperkuat silaturahmi sekaligus kepedulian terhadap seluruh keluarga besar Marga Lubis di Kota Medan.
“Besar harapan kami pelantikan ini bukan hanya sekadar seremoni. Kalau kita lihat yang hadir hari ini, sebenarnya Marga Lubis ini banyak orang hebat di Kota Medan. Banyak, sangat banyak,” ujar Zakiyuddin.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengurus baru. Sebab memiliki banyak tokoh dan sumber daya manusia hebat tentu akan lebih bermakna jika kekuatan tersebut bisa dikonsolidasikan untuk kepentingan bersama.
Menurut Zakiyuddin, keluarga besar Marga Lubis memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap keberadaan Hima Lubis semakin dikenal dan memiliki gaung yang lebih luas di Kota Medan.
“Makanya saya berpesan, kalau bisa ke depan gaungnya harus jauh lebih besar dari ini. Karena Marga Lubis Kota Medan ini bukan kaleng-kaleng. Banyak orang hebat, banyak orang besar,” kata Zakiyuddin.
Namun, “gaung” yang dimaksud bukan sekadar suara pengeras suara saat acara pelantikan. Organisasi, kata dia, harus hadir dalam kehidupan sosial dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah melakukan pendataan keluarga besar Marga Lubis yang berada di Kota Medan. Data tersebut dibutuhkan agar organisasi mengetahui kondisi anggotanya secara lebih jelas.
Pendataan juga dapat menjadi dasar untuk membangun kepedulian. Sebab organisasi keluarga besar bukan hanya tempat berkumpul ketika ada acara suka cita, tetapi juga semestinya hadir ketika ada anggota yang sedang mengalami kesulitan.
“Dengan silaturahmi ini, kita tahu mana Marga Lubis yang keadaan hidupnya jauh di bawah kita. Jadi kita bisa saling menolong, saling menjaga, dan saling mengetahui. Karena apa gunanya Hima Lubis hebat, tetapi masih ada Marga Lubis yang kesusahan,” ucapnya.
Pesan tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang cukup dalam. Sebuah organisasi bisa saja memiliki banyak tokoh, pengusaha, pejabat maupun profesional. Namun, kebesaran organisasi akan terasa hambar jika sebagian anggotanya masih kesulitan dan tidak mengetahui harus meminta bantuan kepada siapa.
Karena itu, silaturahmi tidak cukup hanya dengan saling bertukar salam dan nomor telepon. Silaturahmi juga harus melahirkan kepedulian dan mekanisme saling membantu.
Dalam konteks tersebut, Hima Lubis diharapkan mampu menjadi ruang bersama bagi keluarga besar Marga Lubis untuk saling mengenal, menjaga komunikasi, sekaligus membangun solidaritas sosial.
Zakiyuddin juga mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan baik. Kepengurusan periode 2026–2030 diharapkan tidak hanya sibuk menyusun program di atas kertas, tetapi mampu memastikan program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan anggota.
Apalagi, organisasi keluarga besar memiliki modal sosial yang kuat. Jika dikelola dengan baik, jaringan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan berbagai bidang lainnya.
Di akhir sambutannya, Zakiyuddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPC Hima Lubis Kota Medan yang baru dilantik.
“Semoga dengan dilantiknya ini bisa menjalankan amanah, bisa membantu Marga Lubis yang ada di Kota Medan, dan silaturahmi terus dijalin agar kita tetap mengetahui keadaan kita di Medan ini,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPC Hima Lubis Kota Medan M. Nursalim Lubis, Ketua Hima Lubis Sumatera Utara Arsyad Lubis, serta Ketua Panitia Pelaksana Irwan Saleh Lubis.
Kini, setelah pelantikan selesai dan foto bersama tersimpan rapi, pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai. Tantangannya adalah membuktikan bahwa kalimat “Marga Lubis bukan kaleng-kaleng” bukan sekadar pemanis sambutan.
Sebab organisasi yang kuat bukan yang paling sering membuat acara, melainkan yang anggotanya merasa tidak sendirian ketika menghadapi persoalan.
Dan kalau Hima Lubis mampu sampai ke titik itu, gaung yang diharapkan Zakiyuddin tidak perlu dicari dengan pengeras suara. Manfaatnya akan terdengar sendiri dari masyarakat.(***)






