Koptu Supriadi, Babinsa Koramil 0201-09/MB, Jadi Solusi Permasalahan Warga Binaan di Belawan

Hankam36 Dilihat

matabangsa.com – Belawan: Koptu Supriadi, Babinsa dari Koramil 0201-09/Medan Belawan (MB), kembali menunjukkan perannya sebagai ujung tombak Komando Kewilayahan yang selalu siap hadir di tengah-tengah masyarakat. Pada Minggu (1/09/2024), Koptu Supriadi berhasil melakukan mediasi dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Lingkungan 12, Lorong Gereja, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Kehadiran Babinsa di lokasi konflik tersebut menegaskan pentingnya peran TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebagai seorang Babinsa, Koptu Supriadi dituntut untuk selalu hadir di tengah masyarakat binaannya. Peran ini penting untuk membantu menyelesaikan dan memecahkan permasalahan warga sehingga konflik tidak berlarut-larut dan menciptakan ketentraman di wilayah binaannya. Dengan langkah-langkah preventif seperti ini, upaya cegah dini dapat dilakukan lebih mudah, menjaga situasi agar tetap kondusif.

Dalam mediasi tersebut, Koptu Supriadi bekerja sama dengan kepala lingkungan setempat untuk menghadirkan kedua belah pihak yang bertikai. Pendekatan musyawarah dan mufakat diutamakan dalam penyelesaian masalah ini, dengan harapan dapat mencapai hasil yang baik dan adil bagi semua pihak yang terlibat. Pendekatan seperti ini juga sekaligus memperkuat ikatan sosial di masyarakat.

Kapten Czi AH. Pasaribu, Danramil 0201-09/MB, saat dikonfirmasi, menyampaikan apresiasinya atas peran aktif Babinsa dalam menyelesaikan masalah di masyarakat. “Babinsa selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi warga sehingga keberadaan Babinsa selalu di hati warga masyarakat,” ujar Kapten Pasaribu.

Kapten Pasaribu menegaskan pentingnya kemampuan Babinsa dalam memberikan solusi dan nasihat kepada warga yang berseteru. “Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, Babinsa harus mampu memberi solusi serta memberikan nasihat dan himbauan kepada kedua belah pihak tentang pentingnya kerukunan hidup bertetangga demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa,” lanjutnya.

Kehadiran Koptu Supriadi di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penengah konflik, tetapi juga sebagai pengayom yang mampu merangkul dan mendengarkan keluhan warga. Babinsa diharapkan mampu membaca situasi dan kondisi di wilayah binaannya, sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat dan cepat untuk menjaga keamanan.

Warga Lingkungan 12, Lorong Gereja, merasa lega dan bersyukur dengan kehadiran Koptu Supriadi. Mereka menyatakan bahwa Babinsa seperti Koptu Supriadi sangat dibutuhkan karena mampu mendamaikan konflik yang bisa saja berkembang menjadi masalah yang lebih besar. “Pak Supriadi selalu ada kalau kami butuh, beliau memang panutan,” ujar salah satu warga setempat.

Koptu Supriadi sendiri menyatakan bahwa tugasnya sebagai Babinsa adalah untuk memastikan setiap permasalahan yang muncul di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik. “Kami selalu berusaha mendengarkan dan mencari solusi terbaik bagi warga. Kami ingin semua warga merasa aman dan nyaman,” katanya.

Kehadiran Babinsa yang aktif seperti Koptu Supriadi ini juga merupakan wujud nyata dari implementasi tugas pokok TNI di wilayah teritorial. TNI tidak hanya bertugas dalam hal pertahanan negara, tetapi juga berperan penting dalam membantu mengatasi permasalahan sosial di masyarakat, memperkuat persatuan, dan menjaga ketertiban umum.

Langkah-langkah mediasi yang diambil oleh Koptu Supriadi dalam menyelesaikan konflik di Lingkungan 12 ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan persuasif dan musyawarah masih sangat efektif dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan berbasis kebersamaan lebih diutamakan dalam upaya penyelesaian konflik di masyarakat.

Dengan upaya yang terus dilakukan oleh Babinsa, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan bebas dari konflik. Kedekatan Babinsa dengan warga binaan membuat mereka lebih mudah untuk mendeteksi potensi masalah dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan. Koptu Supriadi berharap, upayanya dapat memberi inspirasi bagi warga untuk selalu menjaga hubungan baik dan saling menghargai.

Ke depan, Koptu Supriadi dan jajaran Koramil 0201-09/MB berencana untuk terus aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Babinsa tidak hanya dikenal sebagai penengah konflik, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan positif yang membawa dampak baik bagi masyarakat. “Kami akan terus hadir dan membantu warga, karena kedekatan kami dengan masyarakat adalah bagian penting dari tugas kami,” tutup Koptu Supriadi.(das)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *