matabangsa: Paus ke-267, Paus Leo XIV telah resmi dilantik pada Minggu 18 Mei 2025 di Lapangan Santo Petrus Vatikan.
Momen ini menjadi peristiwa bersejarah bagi umat Katolik sedunia dan disaksikan oleh ribuan umat dan tamu undangan penting dari berbagai penjuru dunia.
Untuk diketahui, Paus Leo XIV ini merupakan sosok pertama dari Amerika Serikat yang dipercaya menduduki takhta kepausan.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tapi juga sarat akan simbol dan makna spiritual mendalam.
Dalam prosesi yang berlangsung selama dua jam, Paus Leo menerima pallium atau jubah wol domba yang menandakan perannya sebagai gembala umat.
Selain itu, ia juga memakai cincin nelayan yang melambangkan otoritasnya sebagai penerus Santo Petrus, nelayan yang dipercaya sebagai paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik.
Upacara ini turut dihadiri para tokoh penting dunia seperti Wakil Presiden AS JD Vance, Menlu AS Marco Rubio, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serta Presiden Peru Dina Boluarte, negara di mana Paus Leo pernah mengabdi selama bertahun-tahun sebagai misionaris dan uskup.
Delegasi dari lebih dari 150 negara juga dipastikan hadir, memperlihatkan luasnya jaringan dan pengaruh Vatikan secara global.
Meski telah terpilih pada 8 Mei lalu, masa jabatan Paus Leo secara resmi dimulai hari ini.
Juru bicara Vatikan menyebutkan bahwa setelah pelantikan, Paus akan menyapa delegasi internasional sebelum melangsungkan audiensi umum pertamanya dengan umat pada 21 Mei mendatang.
Dalam Misa perdananya sebagai Paus pada 9 Mei, Leo menyerukan pentingnya kerendahan hati bagi para pemimpin gereja.
Ia juga menyampaikan pesan kuat tentang perdamaian, terutama di wilayah-wilayah konflik.
“Jangan pernah lagi ada perang!” serunya dalam pidato di Vatikan yang menyoroti penderitaan di Ukraina dan Gaza sebagaimana dikutip pada Minggu 18 Mei 2025.
Pagi sebelum Misa pelantikan, Leo XIV akan untuk pertama kalinya menyapa umat dengan popemobile di Lapangan Santo Petrus.
Ia juga akan berdoa di makam Santo Petrus, didampingi pemimpin Gereja Ortodoks Timur, tanda simbolis dari semangat ekumenisme yang menjadi sorotan dalam kepemimpinannya.
Simbol-simbol kepausan pallium, cincin, dan Injil akan diarak menuju altar sebelum akhirnya diserahkan kepada Paus.
Cincin khusus yang dikenakannya memiliki ukiran gambar Santo Petrus di bagian luar, dan bertuliskan “Leo XIV” lengkap dengan lambang kepausannya di bagian dalam.
Makna cincin ini tidak hanya sebagai lambang jabatan, tapi juga menunjukkan “pernikahan spiritual” antara Paus sebagai Uskup Roma dan seluruh Gereja.
Semua uskup memang mengenakan cincin serupa sebagai tanda keterikatan dengan umat yang mereka layani.
Usai prosesi penerimaan simbol-simbol kepausan, perwakilan umat dari seluruh dunia akan menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin baru gereja.
Pelantikan akan ditutup dengan doa Regina Caeli (*Ratu Surga*), sebelum Paus Leo menyambut para tamu undangan di dalam Basilika.***
Sumber: https://edition.cnn.com/2025/05/18/europe/pope-leo-inauguration-mass-intl




