Kampus, Organisasi, hingga Sekolah Sepak Bola Bertemu di DPRD Medan, Tanda Aspirasi Tak Mengenal Batas

Kalau ada yang mengira ruang kerja Ketua DPRD hanya dipenuhi agenda politik, mungkin mereka perlu melihat siapa saja yang datang untuk berdialog. Sebab, pembangunan sebuah kota tidak hanya lahir dari ruang sidang, tetapi juga dari pertemuan dengan mereka yang bergerak di dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pembinaan generasi muda.

Selasa, 9 Juni 2026, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., menerima audiensi dari Universitas Satya Terra Bhinneka, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Johor, dan Sekolah Sepak Bola Medan Utara di ruang kerjanya di Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, Medan.

Audiensi tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara DPRD Kota Medan dengan berbagai elemen masyarakat. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, seluruh tamu membawa tujuan yang sama, yakni memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Medan.

Sedikit satire boleh saja. Aspirasi ternyata tidak selalu datang sambil membawa berkas setebal kamus. Ada yang datang membawa gagasan tentang pendidikan, ada yang berbicara mengenai pembinaan umat, dan ada pula yang memikirkan bagaimana anak-anak lebih sering mengejar bola di lapangan daripada terjerumus ke pergaulan yang salah.

Bagi DPRD Kota Medan, ruang dialog seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kebijakan yang lebih inklusif. Sebab, pemerintah dan lembaga legislatif tidak bisa bekerja sendiri tanpa mendengar pandangan dari kampus, organisasi masyarakat, maupun komunitas yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga.

Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan modal penting untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“DPRD Kota Medan selalu terbuka untuk berdialog dengan seluruh elemen masyarakat. Kampus, organisasi kemasyarakatan, komunitas olahraga, maupun kelompok masyarakat lainnya memiliki peran strategis dalam memberikan masukan dan solusi bagi pembangunan Kota Medan. Semakin banyak kita berdiskusi, semakin banyak pula ide baik yang dapat diwujudkan bersama,” ujar Wong Chun Sen.

Audiensi seperti ini juga menjadi bukti bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak harus selalu berlangsung ketika ada persoalan. Justru hubungan yang baik dibangun melalui pertemuan-pertemuan yang penuh semangat kolaborasi dan saling bertukar gagasan.

Pada akhirnya, kemajuan sebuah kota bukan hanya ditentukan oleh keputusan yang diambil di ruang rapat, tetapi juga oleh seberapa luas ruang yang dibuka untuk mendengar aspirasi. Karena ide-ide besar sering lahir dari percakapan sederhana, dan perubahan yang baik selalu diawali dengan kemauan untuk saling mendengarkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *