Bekasi Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov: Jangan Sampai yang Berlari Atlet, yang Kewalahan Panitia

Menjadi tuan rumah ajang olahraga itu ibarat menggelar hajatan besar. Tamu datang dari berbagai daerah, sorotan mengarah ke penyelenggara, dan satu kesalahan kecil bisa lebih cepat viral daripada medali emas yang berhasil diraih atlet.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi tampaknya tak ingin mengambil risiko. Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat terus dipercepat. Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menerima kunjungan kerja jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan kesiapan Kota Bekasi sebagai salah satu tuan rumah perhelatan olahraga terbesar di tingkat provinsi.

Rapat koordinasi mempertemukan berbagai pihak, mulai dari DPRD Provinsi Jawa Barat, KONI Jawa Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi, hingga jajaran Pemerintah Kota Bekasi. Pesannya jelas: suksesnya sebuah ajang olahraga tidak hanya ditentukan oleh atlet yang berlaga, tetapi juga oleh koordinasi mereka yang bekerja di belakang layar.

Satirnya sederhana. Membangun venue memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan semuanya benar-benar siap saat peluit pertama dibunyikan. Sebab stadion yang megah tidak akan banyak membantu jika parkir semrawut, jadwal berantakan, atau koordinasi antarpanitia masih saling menunggu pesan di grup WhatsApp.

Abdul Harris Bobihoe, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XV Jawa Barat untuk wilayah Kota Bekasi, menyampaikan bahwa pembangunan dan renovasi sejumlah venue telah memasuki tahap akhir. Artinya, pertandingan menuju garis finis kini bukan lagi soal mengejar pembangunan fisik, melainkan memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan selaras.

Stadion Patriot Candrabhaga diproyeksikan menjadi lokasi pembukaan Porprov XV Jawa Barat. Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Sebab kesan pertama ribuan atlet, ofisial, dan tamu akan dimulai dari sana.

Usai rapat, rombongan meninjau langsung sejumlah venue seperti Stadion Patriot Candrabhaga, GOR Bang Yan, hingga Skate Track Internasional. Langkah ini penting karena kesiapan sebuah arena olahraga tidak cukup dinilai dari laporan di atas meja. Lintasan, tribun, ruang ganti, hingga fasilitas pendukung harus benar-benar siap digunakan.

Di balik semua itu, Porprov sejatinya bukan sekadar perebutan medali. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi sebuah kota untuk menunjukkan kemampuan mengelola event besar, memperkuat sektor ekonomi lokal, menghidupkan pelaku usaha di sekitar venue, sekaligus memperkenalkan wajah kota kepada ribuan tamu yang datang.

Maka, target sesungguhnya bukan hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga meninggalkan kesan bahwa Bekasi mampu menjadi tuan rumah yang ramah, tertib, dan profesional.

Karena dalam dunia olahraga, medali memang akan dibawa pulang para atlet. Namun nama baik sebuah kota akan dikenang dari bagaimana ia menyambut tamunya, mengelola pertandingannya, dan memastikan semua orang pulang dengan cerita yang lebih banyak tentang prestasi daripada persoalan teknis.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *